Syafi’i Ma’arif: Pertahankan Identitas Di Tengah Fluktuasi Politik

Syafi'i Maarif

Yogyakarta- Mantan Ketua umum PP Muhammadiyah, Syafi’i Ma’arif melihat Muhammadiyah sejak kelahirannya lebih dari satu abad yang lalu, Muhammadiyah memang tidak dirancang untuk mengurus politik kenegaraan sebagai bagian dari teologi atau filsafat politik dalam pengertian modern.

 

Namun demikian, dalam menghadapi era perpolitikan di Indonesia, Muhammadiyah tetap bisa mempertahankan identitasnya dalam menghadang fluktuasi politik yang tidak menentu. Dalam artian, Muhammadiyah bisa tetap menjadi gerakan Islam non-politik. “Akan tetapi, Muhammadiyah tetap sebagai pembantu penting negara dalam urusan kemasyarakatan, pendidikan, dan kemanusiaan,” jelasnya saat mengisi Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ke-47 “Muhammadiyah, Civil Society, dan Negara; Arah Pemikiran dan Gerakan Abad Kedua”, yang diselenggarakan pada Sabtu (25/4) di Gedung Pascasarjana UMY, kampus terpadu UMY.

 

Kemudian dalam usianya di abad kedua nantinya, Syafi’i Ma’arif pun menyarankan agar Muhammadiyah tetap memikirkan peran penting apa yang akan dipilihnya. Apakah Muhammadiyah akan tetap hanya sebagai pembantu negara, atau mau bergerak lebih jauh untuk juga menjadi penentu perjalanan negara Indonesia. “Dan pilihan itu tergantung kepada pemikiran dan pertimbangan warga Persyarikatan,” ujarnya. (muhammadiyah.or.id)

 

_____________________________________________________________________________________

Related Posts

TVMu Miliki Direktur Baru
Kenapa Dzikir dan Pikir Itu Penting, Ini Penjelasannya!
Tokoh-Tokoh Penting Jadi Pemateri Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah di Cirebon
Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah : Kolaborasikan Pemikiran Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi Wa Syahadah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>