KH Tafsir Jelaskan Makna Idulfitri sebagai Syariat dan Fenomena Budaya

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah KH Tafsir menyampaikan Idulfitri itu bukan hanya syariat, namun juga fenomena budaya.
Demikain hal itu disampaikan Tafsir dalam acara Halalbihalal Silaturahmi IdulFitri 1444 H sekaligus Mangayubagyo Jamaah Calon Haji di Auditorium Ukhuwah Islamiyah pada Selasa (2/5/2023).
“Idulfitri dimaknainya sebagai kembali suci. Maka minal aidzin wal faizin. Selama Ramadan kita bersih-bersih kepada Allah. Tetapi bersih-bersih kepada Allah saja tidak cukup, melainkan bersih kepada sesama. Masuk Syawal maka kita juga harus bersih-bersih kepada sesama. Maka itu yang disebut dengan halal bihalal,” jelasnya.
Menurut Tafsir, jika lebaran hanya sebatas syariat maka setelah salat Idulfitri selesai. Tapi karena ada budaya, setelah salat Idulfitri masih banyak agenda-agenda lain seperti halal bihalal dengan tetangga, halal bihalal dengan teman, dan lain sebagainya.
“Kenapa halal bihalal. Karena bersih kepada Allah belum cukup, jadi harus bersih kepada sesama. Jadi setelah bersih kepada Allah, maka kita harus bersih kepada sesame. Itulah halal bihalal. Dihalalin, saling menghalalkan satu dengan yang lain melalui silaturahim,” sebutnya.
Lebih lanjut, Tafsir mengatakan, bersih kepada Allah cukup satu arah. Manusia tidak butuh jawaban Allah. Sementara Allah itu maha pemaaf.
“Kita tidak cukup satu arah dari kita kepada Allah SWT tetapi bersih kepada sesama harus dua arah, ketemu, jabat tangan, kalau tidak ketemu WA itu harus dibalas, kalau belum dibalas berarti belum saling maaf memaafkan tetapi harus dua arah,” pungkasnya.
VIDEO: PWM Jawa Tengah Gelar Rapat Koordinasi
Comments (0)