Abdul Mu'ti Tekankan Pentingnya Budaya Riset dan Berpikir Kritis di Era AI
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan bahwa pesatnya penetrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) wajib diimbangi dengan penguatan budaya penelitian serta nalar kritis di kalangan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., saat membuka ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Cirendeu, Tangerang Selatan, pada Jumat, 25 September 2026.
Mu'ti mengingatkan bahwa berbagai kemudahan instan yang ditawarkan oleh instrumen teknologi modern berpotensi memicu ketergantungan dan mengikis kebiasaan berpikir mendalam jika tak diiringi tradisi riset yang kuat.
“Teknologi itu menjadi salah satu capaian dari kemajuan sains dan teknologi, tapi pada sisi yang lain teknologi yang memberikan berbagai kemudahan itu bisa menimbulkan budaya kemalasan,” ujar Mu’ti di UMJ.
Menurutnya, kerja-kerja sains tidak boleh berhenti sebatas mendeskripsikan fenomena ilmiah, tetapi harus hadir memberikan solusi atas persoalan konkret masyarakat, seperti krisis lingkungan hidup hingga optimalisasi potensi maritim Indonesia yang mencakup 70 persen wilayah nasional.
“Penjelasannya saintifik, sangat ilmiah, tetapi solusinya budaya. Kita harus mengubah perilaku kita. Potensi alam yang luar biasa melimpah ruah ini akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi kalau kita mengelolanya dengan sains dan teknologi,” paparnya.
Guna menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini, Mu'ti mendorong pendekatan pembelajaran sains di sekolah yang disajikan secara mudah, terjangkau, menggembirakan, serta bermakna (mindful and meaningful).
“Riset tidak harus selalu ekspensif kalau kita kaitkan dengan alam di mana murid-murid kita itu hidup. OPSI ini dapat menjadi opsi untuk kita melahirkan saintis-saintis muda,” pungkasnya.
