Bertolak ke Ethiopia, Abdul Mu'ti Berikan Kuliah Umum di Universitas Harambee

Bertolak ke Ethiopia, Abdul Mu'ti Berikan Kuliah Umum di Universitas Harambee
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti memberikan kuliah umum di Universitas Harambee, Sabtu (3/12). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Jumat (1/12), bertolak ke Addis Ababa, Ethiopia. Saat Mu’ti tiba di Addis Ababa, dirinya disambut Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur.

Kunjungan Mu’ti di Ethiopia ini dimanfaatkannya untuk beberapa kegiatan, salah satunya memberikan kuliah umum di Universitas Harambee pada Sabtu (3/12). Dalam kuliah umum di Universitas Harambee, Mu’ti menyampaikan setidaknya ada tiga tantangan besar dunia.

Pertama adalah perubahan iklim. Saat ini, ungkap Muti, masyarakat sangat prihatin dengan perubahan iklim dan dampak buruknya terhadap masa depan umat manusia dan dunia. Dampak perubahan iklim dapat diamati dan mengkhawatirkan di banyak aspek kehidupan dunia.

Kedua merupakan perdamaian dan keamanan. Mu'ti mengatakan orang-orang di seluruh dunia disaksikan dengan perang Israel dan Palestina. Dalam perang itu lebih dari dua puluh ribu orang dari kedua belah pihak terbunuh, termasuk orang-orang yang tidak bersalah terutama perempuan dan anak-anak.

Menurut Mu’ti, perang itu terjadi lebih dari satu abad dan menimbulkan perhatian dan ketegangan global. Terkait hal ini, ia menilai perdamaian dan keamanan tidak hanya berarti tidak adanya peperangan, namun juga banyak aspek jaminan kemanusiaan seperti jaminan sosial, spiritual, dan psikologis.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti memberikan kuliah umum di Universitas Harambee, Sabtu (3/12).

Lalu yang ketiga adalah keberlanjutan manusia. Mu’ti berpendapat tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai kesepakatan dunia belum sepenuhnya dilaksanakan.

Kini, ada jutaan anak yang buta huruf karena tidak tersedianya akses terhadap pendidikan. Karena kemiskinan, jutaan anak harus bekerja, menderita karena pingsan, kekurangan gizi, dan sebagainya.

Selain itu, Mu’ti mengungkapkan, ada juga tantangan populasi menua. Baginya, perubahan struktur keluarga dan nilai-nilai sosial telah menimbulkan permasalahan pada persaudaraan dan martabat manusia.

VIDEO: Muhammadiyah Serahkan Bantuan untuk Palestina dari Rakyat Indonesia