Dahlan Rais Nilai Pengajian di Masjid Harus Tetap Dipertahankan Meski Memasuki Era Digital

Dahlan Rais Nilai Pengajian di Masjid Harus Tetap Dipertahankan Meski Memasuki Era Digital
Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais dalam acara Dialog Ideopolitor ke-2 di UNISA Yogyakarta, Sabtu (13/5). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dahlan Rais menilai masjid harus menjadi jawaban atas seluruh persoalan masyarakat.

Ia berharap masjid-masjid Muhammadiyah yang jumlahnya ratusan ribu tidak terbatas hanya urusan ibadah dan pengajian.

Menurut Dahlan, masjid tidak hanya sebagai tempat salat dan majelis taklim, tapi menjadi tumpuan ketahanan keluarga dan ekonomi masyarakat.

“Masjid yang baik tidak hanya untuk salat dan majelis taklim, tapi juga termasuk harus bisa menekan angka perceraian. Masjid-masjid Muhammadiyah jangan terbatas hanya untuk ibadah,” kata Dahlan Rais dalam acara Dialog Ideopolitor di UNISA Yogyakarta pada Ahad (14/5).

Lebih lanjut, Dahlan menyoroti pertumbuhan masjid semakin pesat namun jumlah jamaah semakin menurun. Menurutnya, hal tersebut menjadi persoalan hampir di setiap masjid.

“Pertumbuhan masjid di Indonesia ini begitu pesat. Dulu satu desa, satu masjid. Sekarang luar biasa bisa, satu desa, ada belasan masjid. Namun sayangnya jumlah jamaah terus menurun, terutama remaja dan pemuda,” ucapnya.

Maka dari itu, Dahlan mendorong aktivis masjid melakukan pembinaan khusus, bagaimana agar pemuda dan remaja tertarik masuk masjid, minimal untuk salat berjamaah dan pengajian.

Meski memasuki era digital, ia menegaskan pengajian konvensional di masjid harus tetap dipertahankan. Bagi Dahlan, pertemuan fisik dalam transfer ilmu tetap harus dilestarikan sekalipun banyak gempuran digitalisasi di berbagai bidang. Hal tersebut merupakan upaya untuk memakmurkan masjid.

“Saya setuju dengan pengembangan dakwah digital, tapi yang lama jangan ditinggalkan. Pertemuan fisik mungkin lebih efektif dalam penyebaran dakwah. Digitialisasi itu wajib tapi tidak serta merta meninggalkan kegiatan tatap muka di masjid,” ucap Dahlan.

VIDEO: Kajian Ideopolitor PWM DKI Jakarta