Dadang Kahmad Buka Akademi Jurnalistik, Dorong Penguatan Humas Sekolah Muhammadiyah

Dadang Kahmad Buka Akademi Jurnalistik, Dorong Penguatan Humas Sekolah Muhammadiyah
Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., membuka secara resmi perhelatan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah di Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pelatihan yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi kehumasan dan jurnalistik para pengelola sekolah Muhammadiyah agar mampu membangun reputasi institusi secara profesional dan akuntabel.

Dalam amanat pembukaannya, Dadang menegaskan pentingnya penguasaan teknik jurnalistik bagi tim humas sekolah guna mentransformasikan berbagai inovasi dan prestasi pembelajaran menjadi kepercayaan publik.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas komunikasi publik satuan pendidikan Muhammadiyah sekaligus membangun ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan berkemajuan,” ujar Dadang Kahmad di Malang.

Dadang menyoroti masih banyaknya sekolah Muhammadiyah yang memiliki capaian unggulan serta tradisi prestasi akademik maupun nonakademik, namun belum dikenal luas oleh masyarakat akibat minimnya dokumentasi dan strategi publikasi.

Ia mengingatkan bahwa strategi branding sekolah berkemajuan tidak boleh sebatas polesan citra semata, melainkan wajib berakar dari keunggulan riil dan etika penulisan yang valid.

“Branding harus lahir dari realitas kualitas yang sesungguhnya,” tegas Dadang.

Lebih jauh, Profesor Sosiologi Agama ini menjelaskan bahwa karya jurnalistik di lingkungan sekolah Muhammadiyah mengemban fungsi dakwah, edukasi, dan penangkal disinformasi atau hoaks di era digital.

Melalui Akademi Jurnalistik Muhammadiyah ini, sekolah-sekolah diharapkan dapat menghidupkan kembali etos literasi serta tradisi intelektual Persyarikatan.

“Penguatan jurnalistik sekolah sesungguhnya merupakan bagian dari revitalisasi tradisi intelektual Muhammadiyah yang telah diwariskan oleh para pendiri Persyarikatan,” pungkasnya.