Dadang Kahmad Sebut Perkembangan Media Digital Jadi Tantangan Serius bagi Muhammadiyah
Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad menilai Muhammadiyah harus segera merespon isu keumatan tentang kesalihan digital dan keberagamaan milenial.
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad menilai Muhammadiyah harus segera merespon isu keumatan tentang kesalihan digital dan keberagamaan milenial. Sebab setelah masuk era digital, bangsa Indonesia mengalami perubahan yang radikal.
“Terjadi perubahan yang radikal di masyarakat kita. Silaturahmi menjadi tidak lagi akrab sekarang ini, kebohongan merajalela, saling membully, saling menghina sangat luar biasa,” katanya dalam Kajian Sang Pencerah Ahad Pagi di Sidoarjo, Ahad (25/5).
Dadang mengungkapkan, situasi dan kondisi keumatan serta kebangsaan di era digital ini begitu miris, apalagi dalam penelitian yang dilakukan oleh Microsoft disebutkan bahwa warganet Indonesia menjadi yang paling tidak sopan dalam bermedia sosial.
Oleh karena itu, ia berpendapat masifnya perkembangan media digital menjadi tantangan serius bagi organisasi keagamaan termasuk Muhammadiyah. Masuknya ideologi-ideologi baru menjadi ancaman untuk keberlangsungan keberagamaan kelompok milenial.
“Ada yang bermotif ideologi, ada yang ingin menyebarkan ideologi sekularisme – di dunia ini tidak usah beragama, bahwa agama dan hidup ini berpisah. Itu sekuler,” ujarnya.
Tak hanya sekularisme, Dadang menyebutkan tantangan yang lain adalah pluralisme yang kebablasan yang menganggap semua agama sama.
Selain itu, masifnya perkembangan media digital juga menyebarkan paham LGBTQ, dan tantangan dari ideologi-ideologi lainnya.
Saksikan Kajian Sang Pencerah 'Kesalehan Digital: Membangun Ukhuwah dan Dakwah Melalui Media Sosial'