Diyah Puspitarani Minta Orang Dewasa Hentikan Pembiaran Kekerasan pada Anak

Diyah Puspitarani Minta Orang Dewasa Hentikan Pembiaran Kekerasan pada Anak
Sekretaris PP ‘Aisyiyah sekaligus Komisioner KPAI, Diyah Puspitarani/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah sekaligus Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarani, memaparkan ancaman nyata maraknya kekerasan fisik dan perundungan (bullying) pada anak yang dipicu oleh minimnya keteladanan serta ketidakhadiran pola komunikasi positif di lingkungan keluarga.

Hal tersebut ditegaskan Diyah dalam pengajian bulanan karyawan PP Muhammadiyah bertajuk “Ada Seribu Jalan Mencintai Anak” di Aula Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (21/10).

Merujuk data resmi KPAI, pelanggaran hak anak paling mendominasi sepanjang tahun 2025 berasal dari kasus anak yang menjadi korban konflik orang tua, dengan pelaku mayoritas merupakan orang tua kandung. Diyah mendesak agar masyarakat dan setiap orang dewasa tidak bersikap apatis atau berdiam diri saat menyaksikan indikasi perlakuan salah pada anak.

“Gak sederhana, tetapi polanya bisa dilihat. Kalau panjenengan melihat seperti itu, jangan diam, ya. Diam kita itu berarti membiarkan kekerasan terjadi,” tegas Diyah Puspitarani di Yogyakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Diyah mengibaratkan tumbuh kembang anak seperti tanaman yang membutuhkan perawatan dan perlindungan penuh ketulusan agar tidak mengalami trauma psikologis berkepanjangan hingga putus sekolah.

“Anak itu seperti tanaman, jadi kalau kita dapat merawatnya dengan baik, dia pasti akan merasakannya,” ungkap Diyah.

Mengutip ajaran pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan, Diyah mengingatkan bahwa mendidik anak adalah proses menuntun kodrat dan kebutuhan belajar-bermain mereka, bukan memaksakan kehendak subjektif orang dewasa.

Ia mengajak seluruh warga masyarakat untuk mengambil peran protektif tanpa membatasi kasih sayang hanya pada hubungan biologis semata, yakni lewat kehadiran emosional, komunikasi yang lembut, serta mendoakan anak-anak di lingkungan sekitar.

“Tak harus jadi orang tua untuk mencintai anak,” pungkas Diyah.