Kobar Semangat 12,5 Ribu Pendidik, Didik Suhardi Tegaskan Guru Muhammadiyah Penentu Peradaban Bangsa

Kobar Semangat 12,5 Ribu Pendidik, Didik Suhardi Tegaskan Guru Muhammadiyah Penentu Peradaban Bangsa
Silaturahmi Akbar FGM Jawa Tengah di Edutorium UMS, Surakarta, Sabtu (7/11/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Guru Muhammadiyah dituntut tidak sekadar menjalankan rutinitas mengajar di dalam kelas, melainkan harus hadir sebagai pencerah, penggerak peradaban, serta penentu arah masa depan pendidikan bangsa.

Tegasan tersebut mengemuka dalam Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah yang memadati gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta, Sabtu (7/11/2026).

Perhelatan berskala besar ini diikuti sekitar 12.500 guru Muhammadiyah dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah sebagai ruang strategis konsolidasi gerakan pendidikan persyarikatan.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., menekankan pentingnya penguatan peran dan profesionalisme guru dalam mengawal tranformasi pendidikan Islam berkemajuan.

Mendukung hal tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2015, Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A., dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa proses pendidikan tidak boleh berhenti pada transfer ilmu pengetahuan semata, tetapi wajib menanamkan adab, etika, dan hikmah melalui pendekatan Prophetic Teaching yang dipadukan dengan konsep Deep Learning (mindful, meaningful, dan joyful learning).

"Jadilah guru yang siap jadi, siap pakai. Artinya, guru Muhammadiyah menjadi insan yang mempunyai kompetensi. Tidak cukup menguasai materi, tetapi juga piawai dalam menerapkan metode pengajaran," tegas Din Syamsuddin di hadapan belasan ribu pendidik.

Dukungan terhadap keberadaan FGM sebagai wadah profesi strategis juga disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Ia menegaskan kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan pihak swasta dalam meningkatkan kualifikasi akademik, sertifikasi, serta jaminan kesejahteraan guru.

"Kami sangat senang dan mendukung adanya kegiatan silaturahmi Forum Guru Muhammadiyah. Ada beberapa hal yang dapat kita gotong royongkan antara penyelenggara pendidikan swasta dan pemerintah. Salah satunya adalah peningkatan kualitas guru, khususnya seluruh guru Muhammadiyah, serta hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan guru," tutur Nunuk.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah, Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., menilai kebersamaan ribuan guru ini menjadi modal sosial yang ampuh untuk memperkuat penanaman ideologi Muhammadiyah sekaligus meningkatkan daya saing dalam menyongsong Indonesia Emas.

Kabar baik turut disampaikan Ketua PP FGM, Sutomo, M.Ag. Ia mengungkapkan bahwa Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., membuka peluang emas berupa beasiswa potongan biaya studi sebesar 50 persen bagi para guru Muhammadiyah yang hendak melanjutkan jenjang pendidikan akademik.

Acara akbar yang turut dihadiri jajaran Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah ini menegaskan bahwa kemajuan pendidikan Muhammadiyah sangat bergantung pada kualitas serta profesionalisme para pendidiknya. (Fachri)