Agus Taufiqurrahman Ulas Pentingnya Empat Dimensi Kesehatan Menurut Islam
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., F.ASNA., menegaskan bahwa menjaga kesehatan tubuh merupakan bagian integral dari amanah ibadah yang kerap dilupakan oleh umat Islam saat berada dalam kondisi bugar.
Pesan spiritual kebangsaan tersebut disampaikan Agus saat mengisi Pengajian Tarjih Edisi Spesial yang menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-XXXIII di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 4 November 2026.
Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW mengenai dua nikmat yang sering memperdaya manusia—yakni kesehatan dan waktu luang—Agus mengingatkan jemaah agar senantiasa mensyukuri kemampuan fisik yang dimiliki sebelum datangnya masa sakit.
Ia menyentil fenomena masyarakat yang sering kali rela mengeluarkan biaya besar untuk merawat harta benda, namun enggan menyisihkan anggaran demi investasi kesehatan tubuh sendiri.
“Tanpa tubuh yang sehat, di manakah nilai uang?” ujar Agus Taufiqurrahman di UM Surabaya, Rabu, 4 November 2026.
Agus menguraikan bahwa konsep sehat dalam pandangan Islam mencakup empat dimensi utuh yang saling berkaitan, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual. Seseorang tidak dapat dikatakan sehat secara paripurna jika kondisi fisiknya prima tetapi terganggu secara mental, terisolasi secara sosial, atau hampa secara spiritual.
Ia juga meluruskan persepsi keliru di masyarakat mengenai pengobatan herbal dan medis. Menurutnya, klaim bahwa bahan alami selalu aman dan obat farmasi berbahaya merupakan pemahaman yang tidak berdasar secara ilmiah.
“Waktu sehat tidak ibadah, ketika mau ibadah sudah sakit. Harusnya ketika sehat, ibadahnya semakin giat,” tegas Agus seraya berpesan agar kebiasaan beribadah dan merawat kebugaran fisik diniatkan sebagai amal saleh.
Sebagai penutup, Agus mengajak jemaah untuk merutinkan tradisi membaca Al-Qur'an. Selain bernilai pahala spiritual, berbagai riset medis membuktikan bahwa aktivitas membaca Al-Qur'an secara konsisten mampu memelihara fungsi kognitif otak serta menjaga ketenangan jiwa.
