Eco Bhinneka Muhammadiyah dan LATIN Kembangkan Hutan Wakaf SITI KANAYA di Pasuruan

Eco Bhinneka Muhammadiyah dan LATIN Kembangkan Hutan Wakaf SITI KANAYA di Pasuruan
Tim Pengelola Hutan Wakaf Pemberdayaan Perempuan SITI KANAYA berfoto bersama di atas lahan wakaf seluas sekitar 3.300 meter persegi yang akan dikembangkan sebagai ruang pelestarian lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan perempuan. Foto: Eco Bhinneka.

TVMU.TV - Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur memperkuat langkah pengembangan Hutan Wakaf SITI KANAYA melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Pengelola. Agenda strategis ini dilangsungkan selama dua hari pada 24 hingga 25 September 2026 di ‘Aisyiyah Training Center (ATC) Jawa Timur, menyusul rangkaian asesmen dan koordinasi awal kawasan.

Hutan Wakaf SITI KANAYA (Sinergi, Inovasi, Transformasi, dan Inklusi untuk Masyarakat Sejahtera) yang berdiri di atas lahan wakaf ‘Aisyiyah seluas kurang lebih 3.300 meter persegi di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dirancang untuk mengintegrasikan pelestarian lingkungan, pemberdayaan perempuan, serta ruang edukasi berkelanjutan.

Sumiati selaku Koordinator Tim Pengelola Hutan Wakaf SITI KANAYA sekaligus Ketua LLHPB Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, menegaskan pentingnya fungsi ganda kawasan ini bagi masyarakat luas.

“Kami berharap Hutan Wakaf SITI KANAYA dapat berkembang menjadi ruang yang memberi manfaat bagi masyarakat. Kawasan ini kami kembangkan untuk merawat lingkungan sekaligus membuka ruang pembelajaran, khususnya bagi perempuan dan anak-anak, agar semakin dekat dengan alam dan memahami pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.

Fokus utama kegiatan peningkatan kapasitas ini diarahkan pada penguatan penyusunan rencana kerja, tata kelola administrasi dan keuangan, hingga perancangan desain tapak kawasan. Dalam sesi teknis, Novan Aji Imron dari LATIN memaparkan hasil kajian lahan kering yang menjadi landasan penentuan jenis tanaman, jarak tanam, modalitas sosial, hingga strategi perawatan jangka panjang.

Aspek edukasi turut diperkuat melalui usulan Siti Asmah dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur agar kawasan ini difungsikan sebagai destinasi eduwisata lingkungan bagi anak-anak usia dini, seperti siswa TK, PAUD, dan kelompok bermain. Rencana sinergi lintas sektoral ini juga telah dikomunikasikan secara intensif bersama Kepala Desa Kertosari, Abdul Rokhim, guna membuka akses infrastruktur jalan serta memperkuat kerja sama desa.

Dari segi tata kelola internal, peserta mendapatkan pembekalan langsung terkait tertib administrasi dan penyusunan anggaran yang diampu oleh staf keuangan Eco Bhinneka Muhammadiyah, Resti Handayani Syafira. Melalui kolaborasi komprehensif ini, Hutan Wakaf SITI KANAYA ditargetkan mampu tumbuh menjadi pusat pelestarian lingkungan sekaligus motor penggerak pemberdayaan perempuan yang mandiri dan berkelanjutan.