Kabut Asap Karhutla Kalteng Memburuk, MDMC dan Lazismu Terjunkan Relawan Hingga Mobil Oksigen Keliling

Kabut Asap Karhutla Kalteng Memburuk, MDMC dan Lazismu Terjunkan Relawan Hingga Mobil Oksigen Keliling
OMOR menerjunkan tim relawan penanggulangan bencana, mendirikan rumah singgah oksigen, hingga mengoperasikan armada mobil oksigen keliling. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Menanggapi ancaman krisis kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian memburuk di Kalimantan Tengah, Muhammadiyah melalui skema One Muhammadiyah One Response (OMOR) menerjunkan tim relawan penanggulangan bencana, mendirikan rumah singgah oksigen, hingga mengoperasikan armada mobil oksigen keliling.

Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total luas lahan terbakar di Provinsi Kalimantan Tengah telah mencapai 7.634,46 hektare. Sementara data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat temuan 5.168 titik api (hotspot) dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat menggalang sumber daya kemanusiaan dan berkoordinasi erat dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalteng, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/MDMC, serta BPBD setempat guna melindungi warga terdampak.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PWM Kalimantan Tengah, MDMC, pemerintah, dan elemen lainnya untuk memastikan respons terhadap kondisi kabut asap dapat berjalan dengan baik,” ujar Muhammad Fitriani di Palangka Raya, Kamis, 27 Agustus 2026.

Melalui program Indonesia Siaga, Muhammadiyah menghadirkan serangkaian aksi tanggap darurat yang difokuskan di wilayah episentrum karhutla, seperti Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Muhammadiyah melalui One Muhammadiyah One Response (OMOR) melakukan penyediaan rumah singgah oksigen, mobil oksigen, pemberian vitamin dan nutrisi bagi petugas serta relawan pemadaman, pembagian masker, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat,” jelas Fitriani.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris LRB/MDMC PWM Kalteng, Evan Bastian, menekankan bahwa di tengah operasi pemadaman dan pendinginan darat yang berisiko tinggi, seluruh personil relawan diwajibkan mematuhi standar keselamatan kerja (safety first).

“Kami menegaskan kepada seluruh relawan agar selalu mengutamakan keselamatan diri. Patuhi setiap prosedur operasi, gunakan alat pelindung diri, dan selalu berkoordinasi dengan BPBD serta mengikuti alur komando di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila kondisi dinilai berisiko tinggi, karena keselamatan adalah prioritas,” tegas Evan Bastian.

Sementara itu, Koordinator Relawan Lazismu Kalteng, Anang Rahman, mengutarakan bahwa partisipasi aktif para relawan dalam memadamkan titik api dan membagikan masker medis merupakan wujud nyata kepedulian sosial Persyarikatan.

“Ini menjadi bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar dari Muhammadiyah,” kata Anang Rahman.

Layanan rumah singgah oksigen saat ini telah diaktifkan secara gratis di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalteng dan Kotawaringin Timur, sementara armada mobil oksigen disiagakan secara mobile di pusat-pusat keramaian warga dan lokasi pemadaman.