Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Groundbreaking Gedung Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan di Bantul
TVMU.TV - Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi memulai pembangunan gedung Koperasi Konsumen Masjid Jaya Berkemajuan yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kompleks Institut Tabligh Muhammadiyah, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu, 30 September 2026.
Inisiatif strategis ini dirancang sebagai langkah nyata pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan guna memperkuat kemandirian dakwah, menyejahterakan para mubalig, serta menggerakkan ekosistem ekonomi di lebih dari 12.000 masjid jaringan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, menegaskan bahwa pendirian koperasi ini bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik atau lembaga usaha komersial, melainkan penerjemahan ajaran Islam dalam bentuk solusi ekonomi yang konkret bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Peletakan batu pertama ini harus sekaligus menjadi peletakan pondasi niat. Tujuan kita jelas, mencari rida Allah, memperkuat kemaslahatan dakwah, dan menghadirkan kesejahteraan umat sampai di akar rumput. Koperasi ini jangan berhenti sebagai bangunan ekonomi atau lembaga usaha. Ia harus menjadi dalil yang hidup tentang keindahan Islam,” ujar Fathurrahman di Bantul.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr. (H.C.) Ustaz Adi Hidayat, Lc., M.A. (UAH), memaparkan bahwa modal sosial dari belasan ribu masjid Muhammadiyah harus diintegrasikan dengan sistem ekonomi profesional untuk menjawab berbagai tantangan dakwah, termasuk kesejahteraan para dai di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Daripada bangun masjid satu-satu, lebih baik 12.000 masjid Muhammadiyah, 12.000 outlet SSB hadir di sampingnya,” kata Adi Hidayat.
Melalui sinergi antara jaringan masjid, tata kelola koperasi yang transparan, dan orientasi pemberdayaan jemaah, Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan diharapkan menjadi pilar utama penopang keberlanjutan kaderisasi mubalig serta kemandirian ekonomi umat secara nasional.
