MLH PP Muhammadiyah Rehabilitasi 114 Hektar Wakaf Hutan Berkemajuan di 8 Titik Indonesia

MLH PP Muhammadiyah Rehabilitasi 114 Hektar Wakaf Hutan Berkemajuan di 8 Titik Indonesia
MLH PP Muhammadiyah menyiapkan tim pengelola tepercaya untuk merehabilitasi kawasan hutan seluas 114 hektar secara berkelanjutan melalui program Wakaf Hutan Berkemajuan di Yogyakarta, Sabtu (17/10). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan tim pengelola tepercaya untuk merehabilitasi kawasan hutan seluas 114 hektar secara berkelanjutan melalui program Wakaf Hutan Berkemajuan.

Inisiatif dakwah lingkungan tersebut diluncurkan secara bertahap di delapan titik strategis Indonesia dalam rangka menyambut momentum Milad ke-114 Muhammadiyah pada tahun 2026.

Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarak, menyampaikan bahwa penentuan target luas 114 hektar tersebut secara khusus diselaraskan dengan angka Milad Persyarikatan, dengan sebaran lokasi mencakup Lampung (dua titik), Sumatera Utara (dua titik), serta Bengkulu, Banten, Banyumas (Jawa Tengah), dan Gunungkidul (D.I. Yogyakarta) masing-masing satu titik.

“Muhammadiyah itu menjadi solusi,” ujar Djihadul Mubarak di Yogyakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Djihadul menegaskan bahwa aksi rehabilitasi lahan dan penanaman pohon ini berlandaskan pada risalah keislaman serta ajaran Nabi Muhammad SAW tentang konservasi alam demi menjawab krisis ekologi nasional secara konkret.

Ia menceritakan keberhasilan tata kelola tanah wakaf di Kabupaten Gunungkidul, di mana lahan bekas hutan rakyat yang sempat gundul kini kembali dihijaukan bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat melalui penanaman pohon produktif dan penyediaan infrastruktur pendukung.

“Kalau memang dikelola dengan baik, itu akan menjadi amal usaha yang baik,” ungkap Djihadul.

MLH PP Muhammadiyah menekankan bahwa program Wakaf Hutan Berkemajuan ini diorientasikan jangka panjang dan menolak sekadar aksi seremonial penanaman. Setiap kawasan hutan rehabilitasi diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi hutan pendidikan (edu forest) hingga destinasi ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.

Melalui penguatan kapasitas kelembagaan di tiap daerah, Muhammadiyah berkomitmen menjadikan 114 hektar Hutan Wakaf Berkemajuan ini sebagai laboratorium ekologi berkelanjutan bagi generasi mendatang.