Muhadjir Effendy Minta Mars Aisyiyah Dinyanyikan Bersama Sang Surya
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., menegaskan bahwa Muhammadiyah dan 'Aisyiyah ibarat dua sisi dari satu mata uang yang tidak terpisahkan dalam mengusung misi dakwah Islam berkemajuan.
Pesan ideologis tersebut disampaikan Muhadjir dalam ajang Hari Bermuhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Utara pada Ahad, 11 Oktober 2026.
Muhadjir mengimbau seluruh pimpinan dan pengelola majelis agar senantiasa menyanyikan lagu "Mars 'Aisyiyah" sesaat setelah lagu "Sang Surya" dalam setiap pembukaan acara resmi Persyarikatan sebagai simbol kesatuan gerakan.
“Setiap kali menyanyikan Sang Surya, sebaiknya diikuti Mars Aisyiyah. Ini menjadi simbol bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah gerakan yang saling melengkapi dan saling menguatkan,” ujar Muhadjir Effendy di Jakarta.
Menurut mantan Menko PMK ini, lagu Sang Surya menegaskan fondasi identitas dan ajaran murni yang diusung pendiri Persyarikatan KH Ahmad Dahlan, sedangkan Mars 'Aisyiyah memuat manifes pengabdian serta derma bakti nyata di tengah masyarakat.
“Muhammadiyah bukan salafiyah dan bukan pula Dahlaniyah. Muhammadiyah adalah Muhammadiyah, sebuah gerakan Islam yang benar-benar bersumber dari ajaran Nabi Muhammad,” tegas Muhadjir.
Ia menambahkan bahwa peran 'Aisyiyah di sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan perempuan menjadi pilar utama yang menghidupkan dakwah sosial Muhammadiyah secara substantif.
“Kalau Sang Surya menggambarkan ideologi dan identitas gerakan Muhammadiyah, Mars Aisyiyah menggambarkan implementasi dan pengamalannya dalam kehidupan. Karena itu keduanya tidak bisa dipisahkan,” pungkasnya.
Melalui momentum Hari Bermuhammadiyah di Jakarta Utara ini, Muhadjir mengajak seluruh warga Persyarikatan untuk terus merawat sinergi ideologi dan amal usaha demi merespons dinamika perubahan zaman yang kian kompleks.
