Muhammad Sayuti Soroti Hasil PISA dan Gonta-Ganti Kebijakan Pendidikan

Muhammad Sayuti Soroti Hasil PISA dan Gonta-Ganti Kebijakan Pendidikan
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, Ph.D.,/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk mengawal penguatan kualitas pendidikan nasional di tengah lonjakan jumlah peserta didik yang kini menembus lebih dari satu juta siswa di 6.024 sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Indonesia hingga lingkup global.

Pesan krusial tersebut disampaikan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, Ph.D., saat memberikan pemaparan dalam Kajian Malam Sabtu (KAMASTU) Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) DIY di Aula Lantai 2 Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Gedongkuning, Kota Yogyakarta, pada Jumat malam, 9 Oktober 2026.

Sayuti menyoroti hasil Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang masih memerlukan pembenahan serius, khususnya pada kompetensi dasar literasi, numerasi, dan sains para siswa.

“Muhammadiyah adalah stakeholder penting bagi lembaga pendidikan, dan kita harus menjadi bagian penting dari perjuangan pendidikan Indonesia,” ujar Sayuti di Yogyakarta.

Ia menekankan bahwa perluasan akses sekolah yang telah dicapai Muhammadiyah harus diimbangi dengan penguatan mutu pembelajaran yang substantif. Sayuti mengkritik gonta-ganti kebijakan pendidikan nasional setiap terjadi pergantian kepemimpinan politik yang dinilai menghambat evaluasi dampak jangka panjang.

“Jadi, ini adalah problematika pendidikan Indonesia. Problem kita adalah kebijakan pendidikan itu tidak menjadi komitmen jangka panjang. Kita harus mendapatkan lesson learned dari situasi itu,” tegas Sayuti.

Selain problem kontroversi regulasi yang sering berganti, Sayuti mengingatkan bahaya jebakan birokrasi pendidikan yang terlalu formalistik dan administratif sehingga mengabaikan esensi tumbuh kembang peserta didik.

“Jadi memang bicara problem pendidikan itu abot (berat). Kadang-kadang juga birokrasi pendidikan terasa sangat formalistik. Nah, Muhammadiyah harusnya bisa menghindari program-program formalistik tadi ke arah yang substansial,” pungkas Sayuti.

Melalui forum kajian AMM DIY ini, Muhammadiyah mendorong seluruh pengelola majelis dikdasmen dan tenaga pendidik agar terus menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis kompetensi guna melahirkan generasi muda Indonesia yang berdaya saing global.