Muhammadiyah Silaturahmi ke KWI, Bersinergi Jaga Moral Bangsa

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Haedar Nashir menemui Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin di Kantor KWI di Jakarta, Jumat (9/5).
Pada kesempatan itu, Haedar didampingi Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dan Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin.
Usai pertemuan, Haedar mengatakan kunjungan ke KWI merupakan dalam rangka menjalin tali persaudaraan sesama umat beragama dan sebangsa.
"Kita bisa terus meneguhkan nilai-nilai agama bagi usaha memandu moral, etika, dan makna hidup umat beragama dan warga bangsa," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Haedar juga berdiskusi mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai kehidupan kebangasaan saat ini memerlukan panduan moral, serta visi kebangsaan yang sesuai dengan agama dan Pancasila.
"Kehidupan kebangasaan memerlukan panduan moral, juga visi kebangsaan yang rekat dengan agama dan Pancasila sebagai nilai luhur juga membawa visi kebangsaan yang diletakan oleh pada pendiri bangsa agar proses politik, Pemilu dan kehidupan kebangsaan tidak sekedar soal-soal politik kekuasaan. Tetapi juga ada jiwa pikiran dan orientasi yang telah diletakan oleh pendiri bangsa," jelasnya.
Selain itu, Haedar mengatakan, sebagai tindaklanjut audiensi tersebut, Muhammadiyah akan menggelar forum dengan organisasi keagamaan. Nantinya, forum itu untuk menyampaikan pesan moral kebangsaan, sehingga kekuatan agama menjadi pilar strategis yang konstruktif untuk Indonesia kedepan.
Sementara itu, Ketua Presidium KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung. Menurutnya, suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi KWI mendapatkan kunjungan dari PP Muhammadiyah.
"Kami, Konferensi Gereja Indonesia berterimakasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berkunjung kepada Kami sebagai kehormatan dan berkah," ucapnya.
VIDEO: Hubungan Internasional Muhammadiyah dengan Arab Saudi
Comments (0)