PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Vokasi dan Pelatihan Guru dengan Dua Institusi Melbourne
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan vokasi, pelatihan guru, hingga pengembangan layanan sosial bersama dua lembaga pendidikan asal Melbourne, Australia, yakni West Melbourne Institute of Technology (WMIT) dan Australian Education Excellence Centre (AEEC).
Inisiatif kolaborasi internasional tersebut dibahas langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, M.A., saat menerima kunjungan pimpinan komunitas Bangladesh Melbourne Barat mewakili kedua institusi, Abdul Mamun, di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Jakarta Pusat, pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Penjajakan kerja sama ini mencakup berbagai program krusial, mulai dari penyediaan beasiswa, program pelatihan bahasa Inggris, studi banding (study tour), hingga pengembangan kapasitas (staff development) bagi tenaga pendidik dan pengelola sekolah Muhammadiyah.
Syafiq menilai penawaran pelatihan kepemimpinan dan manajemen sekolah dari institusi Australia ini sangat relevan untuk mengakselerasi mutu pendidikan Muhammadiyah di tanah air.
“Saya kira ini adalah sebuah tawaran yang sangat tepat dan tentu nanti akan dibicarakan secara lebih detail dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah,” ujar Syafiq A. Mughni di Jakarta.
Ia mengusulkan agar skema pelatihan guru, manajer, dan administrator sekolah tidak hanya digelar secara daring (online), melainkan diprioritaskan secara luring (offline) langsung di Melbourne guna memberikan pengalaman tata kelola secara langsung.
“Kalau offline akan sangat bagus kalau itu dilaksanakan di Australia,” tambahnya.
Selain sektor pendidikan, dialog tersebut turut mendiskusikan transfer pengetahuan (knowledge transfer) mengenai sistem pengelolaan pelayanan sosial modern di Australia, seperti panti asuhan dan pusat perawatan lansia (senior care), yang dapat diadaptasi oleh Majelis Pelayanan Sosial Muhammadiyah.
“Mereka punya sistem yang bagus dan barangkali bisa menjadi salah satu pertimbangan bagi Muhammadiyah untuk mengembangkan lembaga-lembaga sosial semacam itu,” pungkas Syafiq.
