PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Kemenag, Bahas Penguatan Pesantren

PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Kemenag, Bahas Penguatan Pesantren
PP Muhammadiyah menerima kunjungan Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag di Ruang Tamu VVIP Lantai 2, Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Nomor 62, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk membahas penguatan pendidikan pesantren, peningkatan mutu kelembagaan, dan peluang kolaborasi dalam pengembangan pesantren di Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu VVIP Lantai 2, Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Nomor 62, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026), dihadiri Ketua PP Muhammadiyah KH M. Saad Ibrahim, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah Maskuri, serta perwakilan Kementerian Agama.

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan kaderisasi ulama, pendataan pesantren dan santri, hingga peluang kerja sama dalam pemberdayaan masyarakat.

Ketua PP Muhammadiyah KH M. Saad Ibrahim menekankan bahwa pengembangan pesantren perlu diarahkan untuk melahirkan ulama yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memahami perkembangan sains, teknologi, dan persoalan sosial.

Menurutnya, penguasaan teks-teks keagamaan atau nusus tetap menjadi fondasi pendidikan pesantren. Namun, kemampuan tersebut perlu ditopang penguasaan ilmu alat, seperti nahwu, sharaf, dan balaghah, serta wawasan lintas disiplin agar santri mampu menjawab tantangan zaman.

Saad juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dasar santri dalam membaca dan memahami kitab. Karena itu, kualitas pembelajaran dan pembinaan pesantren perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan ulama yang kokoh dalam pemahaman agama sekaligus bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Ia berharap pesantren terus memperkuat peran santri dan kiai serta mempertahankan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang berkontribusi dalam mencetak ulama sesuai kebutuhan zaman.

Muhammadiyah Paparkan Perkembangan Pesantren

Dalam audiensi tersebut, Ketua LP2 PP Muhammadiyah Maskuri memaparkan perkembangan pesantren Muhammadiyah yang menunjukkan tren positif dalam satu dekade terakhir.

Maskuri menyebut jumlah pesantren Muhammadiyah saat ini mencapai sekitar 450 unit yang tersebar di 29 provinsi, meskipun sebagian besar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan mutu pesantren dilakukan antara lain melalui proses akreditasi. Pada tahun sebelumnya, sembilan pesantren telah dipersiapkan untuk mengikuti proses tersebut. Sementara pada 2026, terdapat delapan pesantren yang dinilai memenuhi persyaratan untuk menjalani akreditasi.

Persyaratan tersebut meliputi kepemilikan lulusan atau kelas akhir pada jenjang Madrasah Aliyah atau Sekolah Menengah Atas, status terdaftar di Kementerian Agama yang dibuktikan dengan piagam statistik pesantren, serta penggunaan kurikulum yang ditetapkan.

Menurut Maskuri, penguatan mutu, tata kelola, dan kelembagaan diperlukan agar pesantren Muhammadiyah semakin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Kemenag Bahas Pendataan Santri dan Kolaborasi Hari Santri

Dari pihak Kemenag, audiensi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi dengan Muhammadiyah. Salah satu agenda yang dibahas ialah perbaikan pendataan pesantren dan santri, termasuk pencatatan satuan pendidikan serta data santri secara by name by address.

Basnang Said menyampaikan pentingnya data yang valid agar keberadaan pesantren dan santri dapat terpetakan dengan lebih baik. Ia juga berharap penguatan kelembagaan Direktorat Jenderal Pesantren dapat mendorong perhatian dan dukungan yang lebih berkeadilan bagi pesantren.

Pembahasan lainnya mencakup pelibatan organisasi kemasyarakatan Islam dalam rangkaian peringatan Hari Santri serta peluang kerja sama dalam tiga fungsi pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan terhadap kegiatan pesantren, termasuk kepramukaan, turut menjadi bagian dari pembicaraan.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag, Arsyad Hidayat, menyampaikan apresiasi atas sambutan PP Muhammadiyah terhadap rombongan Kementerian Agama. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan membuka ruang kerja sama dalam pengembangan pesantren.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat sinergi PP Muhammadiyah dan Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren, memperkuat kaderisasi ulama, serta mendorong pemberdayaan masyarakat.