Reporter dan Pegiat Media Berbasis Keagamaan Ikuti Pelatihan Jurnalisme Lingkungan

TVMU.TV - GreenFaith Indonesia bersama Tempo Institute dan 1000 Cahaya menggelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan untuk Reporter Media Berbasis Keagamaan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta pada 2-4 Oktober 2024.
Kegiatan tersebut diikuti 23 peserta yang terdiri dari reporter dan pegiat media dari beragam organisasi keagamaan di Indonesia.
Pada kesempatan itu, mereka mempelajari dan melakukan praktik mengelola isu dan usulan liputan, merencanakan tulisan, menuliskan artikel storytelling, mentoring, fotografi jurnalistik, serta konten media sosial.
Koordinator Nasional Greenfaith Indonesia, Hening Parlan menegaskan bahwa krisis iklim adalah masalah global yang tidak mengenal batas agama dan negara sehingga perlu tindakan kolektif untuk memperbaikinya.
"Dalam konteks menangani krisis iklim, menjaga lingkungan, dan melestarikan bumi, komunikasi yang efektif sangat penting bagi organisasi keagamaan dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat luas," kata dia dalam keterangannya diterima di Jakarta, Jumat (4/10).
Hening berharap dalam pelatihan ini para reporter dapat memperkuat jurnalisme lingkungan dengan perspektif agama atau keyakinan.
Sementara itu, Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Azrul Tanjung menilai pentingnya peran reporter media berbasis keagamaan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang transisi energi berkeadilan.
"Media dan jaringannya menjadi salah satu sarana untuk bisa menyusun komunikasi yang mudah dipahami oleh masyarakat, sehingga masyarakat menyadari, percaya, dan yakin untuk ikut bergerak menuju energi nol bersih di 2060,” sebutnya.
Saksikan Teras tvMu 'Eco Bhinneka Muhammadiyah'
Comments (0)