Bank Aladin Syariah Perkuat Pasar Uang Syariah Lewat Kerja Sama SiPA

Bank Aladin Syariah Perkuat Pasar Uang Syariah Lewat Kerja Sama SiPA
PT Bank Aladin Syariah Tbk menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Syariah Nasional (BSN) dan PT Bank BCA Syariah di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - PT Bank Aladin Syariah Tbk memperkuat perannya dalam pengembangan pasar uang syariah melalui kerja sama strategis Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA). Kolaborasi ini dilakukan bersama PT Bank Syariah Nasional (BSN) dan PT Bank BCA Syariah guna meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi di Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS).

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, menyatakan kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperdalam pasar keuangan syariah nasional sekaligus menjaga stabilitas industri di tengah dinamika ekonomi.

“Ini sejalan dengan arah Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (BPPU) 2030. Pemanfaatan instrumen seperti SiPA memungkinkan transaksi antarbank dilakukan secara lebih efisien, aman, dan tetap sesuai dengan prinsip syariah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Melalui sinergi ini, Bank Aladin menilai kolaborasi antar pelaku industri dapat menghadirkan solusi keuangan yang lebih komprehensif, meningkatkan kepastian mitra transaksi (counterparty), serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah, khususnya berbasis digital.

Data Bank Indonesia menunjukkan tren positif penggunaan instrumen SiPA dalam beberapa tahun terakhir. Transaksi instrumen berbasis agunan (secured), termasuk SiPA, meningkat dari nol pada 2020 menjadi sekitar 34 persen dari total transaksi PUAS pada 2024, dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp0,8 triliun. Angka ini diproyeksikan mendekati 40 persen pada 2025.

“Bank Aladin percaya bahwa penguatan instrumen PUAS akan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan ketahanan industri perbankan syariah, sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan,” kata Koko.

Seiring penguatan instrumen pasar uang syariah, kinerja Bank Aladin Syariah juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Desember 2025, perseroan mencatatkan laba sebesar Rp150,7 miliar dengan total aset mencapai Rp14,4 triliun. Jumlah nasabah aktif juga meningkat 35,5 persen secara tahunan.

Kerja sama SiPA ini sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia dalam Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (BPPU) 2030 yang menitikberatkan pada pengembangan produk, penguatan infrastruktur pasar, serta sinergi antar pemangku kepentingan.

Selain itu, pengembangan instrumen ini juga mendukung strategi dalam Blueprint Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, khususnya dalam memperkuat ekosistem halal, meningkatkan pembiayaan ekonomi, serta memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah.

Dengan penguatan tersebut, Bank Aladin optimistis dapat meningkatkan keandalan layanan serta memberikan rasa aman bagi nasabah dalam bertransaksi.

“Hal ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan syariah digital yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga dapat diandalkan,” tutupnya.