BEM FKM UMJ Gelar Edukasi Kesehatan dan Lingkungan bagi Masyarakat Pesisir Banten

BEM FKM UMJ Gelar Edukasi Kesehatan dan Lingkungan bagi Masyarakat Pesisir Banten
BEM FKM UMJ mengadakan edukasi kesehatan kepada masyarakat pesisir di Pesisir Pantai KSS, Banten pada 26-28 Desember 2025. Foto: UMJ.

TVMU.TV - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM FKM UMJ) menggelar program edukasi kesehatan dan lingkungan bagi masyarakat pesisir di Pantai KSS, Banten, selama tiga hari, 26-28 Desember 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Departemen Sosial Masyarakat BEM FKM UMJ bekerja sama dengan Lembaga Semi Otonom (LSO) ERDAMS dan SEMESTA sebagai bagian dari program desa binaan UMJ. Program tersebut menjadi ruang pengabdian sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat pesisir.

Koordinator Departemen Sosial Masyarakat BEM FKM UMJ, Baday Putra, mengatakan Pantai KSS masih membutuhkan penguatan edukasi kesehatan dan kepedulian lingkungan.

“Kami melihat di Pantai KSS masih membutuhkan edukasi kesehatan dan lingkungan. Selain itu, bagi kami ini adalah tempat untuk belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat,” ujar Baday.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan kepada sekitar 30 ibu pra-lansia. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pola hidup sehat serta risiko penyakit yang kerap dialami masyarakat pesisir. Materi disampaikan oleh LSO SEMESTA FKM UMJ dengan pendekatan komunikatif agar mudah dipahami peserta.

Setelah penyuluhan, masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh LSO ERDAMS FKM UMJ. Layanan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat (GCU). Peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan juga mendapatkan paket sembako sebagai bentuk dukungan sosial.

Selain menyasar orang dewasa, BEM FKM UMJ juga memberikan edukasi kepada sekitar 30–40 anak pesisir mengenai pemilahan sampah dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi dikemas melalui permainan, simulasi, serta kegiatan membuat prakarya dari bahan daur ulang.

Pada hari terakhir, mahasiswa bersama masyarakat melakukan penanaman mangrove dan aksi bersih pantai. Sampah plastik yang terkumpul dimanfaatkan sebagai Alat Pemecah Ombak (APO) sederhana untuk mendukung upaya perlindungan pesisir.

Kegiatan ditutup dengan jelajah edukatif mangrove bersama pengelola Pantai KSS. Ketua Umum Kelompok Tani Hutan (KTH) Kampung Bahari Nusantara, Sahrul Hidayat, mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam mendukung kesehatan dan lingkungan masyarakat pesisir.

“Kami sangat senang dengan kehadiran BEM FKM UMJ. Kegiatan ini sangat membantu dari segi kesehatan dan lingkungan, dan saya berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut serta menjadi kerja sama jangka panjang,” ujarnya.

Melalui program ini, BEM FKM UMJ menegaskan komitmennya untuk menumbuhkan kesadaran kesehatan dan kepedulian lingkungan bersama masyarakat pesisir secara berkelanjutan.