Gandeng Investor Jerman, UMP dan PWM Jateng Inisiasi Teknologi PSEL untuk Pengelolaan Sampah Banyumas Raya
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggandeng investor asal Jerman, INTEC Germany, untuk menjajaki penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berskala besar di wilayah Banyumas Raya yang mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Inisiasi strategis tersebut dibahas dalam forum Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Pusat UMP, Purwokerto, Jawa Tengah, pada Kamis, 17 September 2026.
Agenda ini dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, perwakilan INTEC Germany, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dari empat kabupaten, serta sivitas akademika UMP guna merumuskan solusi pengelolaan sampah terpadu yang ramah lingkungan.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyatakan kesiapan kampus yang dipimpinnya untuk menjadi fasilitator riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia guna menopang transisi teknologi pengolahan sampah modern berbasis lingkungan dan sirkular ekonomi.
“UMP berkomitmen untuk mendukung terwujudnya pengolahan sampah secara modern dan berkelanjutan. Kehadiran teknologi PSEL dari Jerman ini menjadi peluang untuk mempelajari dan mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami siap mendukung kolaborasi lintas sektor agar gagasan ini dapat diwujudkan secara optimal,” tegas Jebul.
Dari pihak investor, Perwakilan INTEC Germany, Miss Ramzee, mengungkapkan kesiapan perusahaannya untuk menyokong penuh pendanaan sekaligus menyuplai teknologi pengolahan sampah mutakhir berkonsep nir-limbah (zero waste).
“Kami dari INTEC Germany siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi teknologi maupun pendanaan, untuk mewujudkan fasilitas pengolahan sampah berskala besar di Banyumas Raya. Teknologi yang kami tawarkan dirancang dengan konsep zero waste, sehingga sampah dapat diolah secara optimal dan sisa hasil pengolahannya dapat diminimalkan hingga mendekati nol,” jelas Ramzee.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., mengapresiasi terobosan ini dan mendorong pemangku kebijakan di empat kabupaten lintas Banyumas Raya untuk membangun konsorsium pengelolaan sampah berbasis kemitraan lintas daerah.
“Harapannya, empat kabupaten, yaitu Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, dapat memiliki sistem pengolahan sampah yang terpadu dan modern. Pengelolaan sampah tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat,” pungkasa Zakiyuddin.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin energi bersih dan keterjangkauan serta penataan kota yang berkelanjutan.
