Haedar Nashir Bedah Buku Karya Dadang Kahmad, Tautkan Sosiologi dan Masa Depan Agama
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menghadiri sekaligus memberikan apresiasi atas peluncuran buku karya Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., berjudul Muhammadiyah dan Masa Depan Agama di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Momen peluncuran buku tersebut bertepatan dengan syukuran milad ke-74 Prof. Dadang Kahmad. Dalam sambutannya, Haedar menyampaikan tahniah serta mengenang perjalanan kebersamaannya dengan Dadang selama lebih dari empat dekade di korps kepemimpinan Muhammadiyah.
Haedar menilai Dadang Kahmad yang berlatar belakang sebagai sosiolog agama memiliki kapasitas keilmuan yang sangat mumpuni dalam memetakan posisi dan tantangan agama di era modern, termasuk respons terhadap dinamika sekularisme, ateisme, dan agnostisisme di dunia Barat.
“Beliau adalah sosok yang sangat rendah hati ya, termasuk pada kami yang muda-muda juga sosok yang someah ya. Someah itu someh ya. Someh bahasa Jawanya. Jadi sangat ramah ya, sangat ramah ya,” ujar Haedar Nashir di kampus UM Bandung.
Haedar menceritakan awal mula mengenal Dadang sekitar 41 tahun lalu di Badan Pendidikan Kader hingga bersama-sama di jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak Muktamar ke-46 di Yogyakarta pada 2010.
“Jadi sudah 15 tahun lebih ya bersama kami sehingga kami betul-betul mengenal beliau begitu rupa dan pikiran-pikiran beliau ya seperti yang disampaikan tadi, pikirannya sangat maju. Dan ketika ada masalah-masalah yang bersifat keagamaan yang memerlukan putusan itu beliau yang paling di depan biasanya. Dan itu meringankan saya sebagai ketua sidang,” ungkap Haedar.
Lebih lanjut, Haedar menekankan pentingnya pembacaan sosiologis terhadap masa depan keberagamaan masyarakat modern. Menurutnya, agama akan tetap relevan dan memiliki ruang tumbuh selama nilai-nilai spiritualitas mampu beradaptasi dengan realitas kehidupan serta menawarkan nilai alternatif yang menyejukkan.
“Sehingga ketika beliau menulis buku tentang Muhammadiyah dan Masa Depan Agama ya beliau layak untuk menulis itu karena beliau juga seorang sosiolog yang mengerti agama. Saya yakin bukunya bagus. Kesimpulannya hampir sama, bahwa di era modern dan di masyarakat sekular itu agama tidak betul-betul hilang,” tuturnya.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi bahan refleksi intelektual serta sumber inspirasi bagi warga Persyarikatan dan akademisi untuk terus memperluas wawasan keagamaan yang berkemajuan.
“Saya pikir dari situ buku ini bisa menginspirasi kita dan siapa tahu sore hari ini biarpun sambil ngantuk-ngantuk kita terus belajar menjadi lebih baik. Selamat Pak Dadang. Wilujeng, hatur nuhun,” pungkas Haedar.
