Hardiknas 2026, Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Bermutu Dimulai dari Kelas

Hardiknas 2026, Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Bermutu Dimulai dari Kelas
Kemendikdasmen menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Banyuwangi, Sabtu (2/5/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Banyuwangi, Sabtu (2/5/2026).

Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan tahun ini menjadi momentum peneguhan komitmen bersama untuk memperkuat arah pembangunan pendidikan nasional.

Upacara dipimpin langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia hadir mengenakan busana adat khas Banyuwangi. Kegiatan yang diikuti ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi bersama atas peran strategis pendidikan dalam membangun masa depan bangsa.

Ia menegaskan pendidikan pada hakikatnya merupakan proses mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk watak dan peradaban. Menurutnya, pendidikan harus mampu menumbuhkan manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, dan bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari arah kebijakan nasional, Kemendikdasmen mendorong penerapan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Pendekatan ini menempatkan proses belajar sebagai pengalaman bermakna yang berpusat pada pengembangan potensi peserta didik secara utuh.

“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, mulailah dari dalam kelas,” ungkapnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, Kemendikdasmen menjalankan sejumlah kebijakan strategis. Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, program revitalisasi satuan pendidikan pada 2025 telah menjangkau 16.167 sekolah. Sementara itu, digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan interactive flat panel (IFP) telah dimanfaatkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Selain infrastruktur, pemerintah juga menempatkan peningkatan kualitas guru sebagai prioritas. Langkah itu dilakukan melalui pemenuhan kualifikasi akademik, penguatan kompetensi, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Kemendikdasmen juga mendorong penguatan karakter peserta didik melalui budaya sekolah ASRI, yakni aman, sehat, resik, dan indah. Konsep tersebut diharapkan menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang nyaman sekaligus rumah kedua bagi anak-anak.

Di bidang mutu pembelajaran, penguatan dilakukan melalui peningkatan literasi, numerasi, pengembangan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pada saat yang sama, perluasan akses pendidikan ditempuh melalui model sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, dan penguatan komunitas belajar.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kemendikdasmen juga memperkuat fondasi pendidikan nasional melalui berbagai regulasi dan pengembangan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Menutup amanatnya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu yang dapat diakses seluruh anak Indonesia.

“Mari kita wujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” ajaknya.

Peringatan Hardiknas 2026 juga dimeriahkan dengan pagelaran seni Kuntulan Ewon yang melibatkan 1.100 pelajar. Pertunjukan tersebut terdiri atas 600 pemusik dan 500 penari dari berbagai jenjang pendidikan. Penampilan itu menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat gotong royong dalam dunia pendidikan.

Melalui peringatan Hardiknas 2026, pemerintah menegaskan bahwa transformasi pendidikan nasional tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi juga harus menghadirkan pembelajaran yang bermakna, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan bangsa.