IMM FISIP UMJ Dorong KWT Desa Daon Naik Kelas Lewat Program DAON WIRA
TVMU.TV - Produk keripik singkong dan pisang menjadi pintu masuk mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) PK IMM FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk mendorong usaha Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, agar dikelola lebih profesional dan berkelanjutan.
Melalui program DAON WIRA (Desa Daon Wirausaha) yang dimulai pada Juli 2026, mahasiswa tidak hanya memberikan pelatihan produksi. Pendampingan diarahkan pada penguatan kelembagaan, pengelolaan keuangan, kualitas produk, legalitas usaha, hingga pemasaran digital.
Program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan KWT Desa Daon yang ditemukan mahasiswa melalui survei, wawancara, dan diskusi bersama Pemerintah Desa Daon serta anggota kelompok. Hasil pemetaan menunjukkan KWT telah memiliki aktivitas produksi, tetapi masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pembagian tugas, pencatatan keuangan, kemasan, branding, legalitas, dan pemasaran.
“Kami ingin KWT tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki pengelolaan usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan,” ujar Ketua Tim PPK Ormawa PK IMM FISIP UMJ.
Tiga Program untuk Perkuat Usaha KWT
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, DAON WIRA dikembangkan bersama dua program pendukung, yakni SAKU DESA (Sadar Keuangan Desa) dan GEMAR DESA (Gerakan Kemasan dan Legalitas Desa).
Ketiga program tersebut memiliki fokus berbeda, tetapi saling berkaitan dalam membangun ekosistem usaha KWT Desa Daon.
Pada aspek kelembagaan, DAON WIRA mendorong KWT memiliki struktur organisasi dan pembagian tugas yang lebih jelas. Pendampingan dilakukan melalui pemetaan kondisi kelompok, pelatihan, penyusunan struktur organisasi, serta penerapan pembagian tugas dan tanggung jawab.
Sementara itu, SAKU DESA difokuskan pada penguatan kemampuan anggota KWT dalam mengelola keuangan usaha. Materinya mencakup pembukuan sederhana, penyusunan rencana alokasi modal, penggunaan templat buku kas, hingga pendampingan pencatatan keuangan.
Adapun GEMAR DESA menyasar aspek kualitas produk melalui pengembangan kemasan, branding, dan legalitas. Kegiatan meliputi inventarisasi kondisi label, pemetaan status legalitas produk, pelatihan desain label, perancangan kemasan, serta pendampingan proses pengurusan legalitas usaha.
Produk Lokal Didorong Masuk Pasar Digital
Penguatan usaha juga diarahkan pada pemasaran digital. Mahasiswa mendorong KWT memanfaatkan media digital agar produk keripik singkong dan pisang tidak hanya beredar di sekitar Desa Daon, tetapi memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu KWT membangun identitas produk sekaligus memperluas pasar tanpa meninggalkan basis usaha lokal yang telah mereka miliki.
“Sebelumnya kami sudah menjalankan produksi, tetapi masih ada beberapa hal yang belum tertata, terutama dalam pembagian tugas dan pencatatan keuangan,” ujar perwakilan KWT Desa Daon.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan melibatkan anggota KWT, Pemerintah Desa Daon, dan pemuda desa. DAON WIRA dimulai pada Juli 2026, kemudian dilanjutkan SAKU DESA pada akhir Juli hingga Agustus 2026. Selanjutnya, GEMAR DESA dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Rangkaian pendampingan tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Mahasiswa PPK Ormawa PK IMM FISIP UMJ juga menyiapkan monitoring dan pendampingan agar sistem yang telah diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri oleh KWT.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan KWT Desa Daon diarahkan bukan sekadar meningkatkan produksi keripik, melainkan membangun fondasi usaha yang lebih tertata—dari organisasi, keuangan, produk, legalitas hingga pemasaran.
Program ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan organisasi dan pemberdayaan masyarakat secara langsung, sementara KWT memperoleh kesempatan memperkuat usaha lokal agar lebih siap berkembang dan berkelanjutan.
