Jemaah Haji Indonesia Dapat Hotel Dekat Masjid Nabawi, Semua di Kawasan Markaziyah

Jemaah Haji Indonesia Dapat Hotel Dekat Masjid Nabawi, Semua di Kawasan Markaziyah
Seluruh jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M dipastikan menempati hotel di kawasan strategis Markaziyah, Madinah, yang berada di dalam Ring Road dan berdekatan dengan Masjid Nabawi. Foto: MCH 2026.

TVMU.TV - Seluruh jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M dipastikan menempati hotel di kawasan strategis Markaziyah, Madinah, yang berada di dalam Ring Road dan berdekatan dengan Masjid Nabawi.

Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Zaenal Muttaqin, mengatakan total 118 hotel telah disiapkan untuk melayani jemaah Indonesia selama berada di Kota Nabi.

“Seluruh hotel tersebar di tiga kawasan utama, yakni Syamaliah, Ghorbiah, dan Janubiah, yang dikoordinasikan oleh lima sektor,” jelasnya, Senin (20/4).

Ia merinci, kawasan Syamaliah mencakup Sektor 1 dengan 22 hotel dan Sektor 2 sebanyak 23 hotel. Sementara Ghorbiah meliputi Sektor 3 dengan 24 hotel dan Sektor 4 sebanyak 26 hotel. Adapun kawasan Janubiah berada di bawah Sektor 5 dengan total 22 hotel.

Menurut Zaenal, kawasan Markaziyah merupakan lokasi paling diminati karena kedekatannya dengan Masjid Nabawi, sehingga memudahkan jemaah dalam menjalankan ibadah.

“Jarak hotel terdekat hanya sekitar 50 meter, sedangkan yang terjauh sekitar 700 meter dari Masjid Nabawi. Rata-rata jaraknya sekitar 500 meter,” ujarnya.

Kedekatan lokasi tersebut memungkinkan jemaah lebih leluasa melaksanakan berbagai ibadah, termasuk program Arba’in atau salat berjamaah 40 waktu berturut-turut selama di Madinah.

Meski demikian, penempatan kamar tetap menyesuaikan kapasitas masing-masing hotel. Hal ini menyebabkan jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) berpotensi ditempatkan di hotel berbeda, namun tetap diupayakan berdekatan.

“Kami upayakan jemaah tetap dalam satu regu atau rombongan dengan lokasi hotel yang berdekatan, agar tetap nyaman dan tidak terpisah jauh,” katanya.

Dari sisi fasilitas, akomodasi yang disediakan tergolong berkualitas tinggi. Sebagian jemaah bahkan akan menempati hotel dengan standar setara bintang empat hingga lima.

Setiap kamar diisi oleh tiga hingga lima orang dengan fasilitas tempat tidur layak, kamar mandi nyaman, serta layanan yang setara bagi seluruh jemaah. Selain akomodasi, layanan juga mencakup konsumsi, transportasi, hingga program ziarah yang telah disiapkan secara terintegrasi.

“Layanan akomodasi ini sangat vital. Kami ingin jemaah merasa nyaman, namun tetap fokus pada tujuan utama, yaitu beribadah,” pungkas Zaenal.

Dengan kesiapan tersebut, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah di Madinah dengan lebih khusyuk, aman, dan nyaman.