Kemendikbudristek Luncurkan IISMA untuk Mahasiswa Vokasi, Simak Syaratnya di Sini!

Kemendikbudristek Luncurkan IISMA untuk Mahasiswa Vokasi, Simak Syaratnya di Sini!
Ilustrasi pendidikan vokasi / Foto: vokasi.kemdikbud.go.id

TVMU.TV - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru-baru ini meluncurkan sebuah program yaitu, Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) Edisi Vokasi Tahun 2022.

Dalam program ini, sebanyak 400 mahasiswa vokasi berkesempatan belajar dan magang di luar negeri selama satu semester.

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (Dir. Akademik PTV) Kemendikbudristek, Benny Bandanadjaya menyebutkan tujuan dari program IISMA Edisi Vokasi untuk meningkatkan kemampuan nonteknisnya (soft skills) sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa beraktivitas di luar kampus di luar negeri.

“Peningkatan soft skills dengan cara memberikan kesempatan untuk bergaul keluar kampus internasional tentunya,” ujar Benny dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dikutip, Minggu (1/5).

Selain itu, ia berharap mahasiswa yang berkesempatan belajar dan magang di luar negeri ini dapat  memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Kesempatan ini sangat luar biasa. Jadi pergunakanlah kesempatan ini dan yang sangat penting adalah persiapkanlah bahasa untuk berkomunikasi ketika lulus,” ucap Benny.

Sementara itu, Ketua IISMA Edisi Vokasi Tahun 2022, Hilda Cahyani menyampaikan, mahasiswa yang ingin mengikuti pendaftaran ada persyaratan yang harus dipenuhi.

Syarat utama, warga negara Indonesia yang telah terdaftar sebagai mahasiswa vokasi perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Untuk program Diploma III (D3), mahasiswa minimal semester III. Lalu bagi Diploma IV (D4), mahasiswa minimal semester IV atau semester VI. Selanjutnya, mahasiswa memiliki sertifikat bahasa Inggris.

“Ada beberapa target negara yang memang menghendaki sertifikat international seperti TOIEC, Duolingo, dan TOEFL,” ungkap Hilda.

Adapun sejumlah negara yang telah mendukung program IISMA yakni Inggris, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, dan Australia.

Kemudian, 10 bidang yang jadi prioritas pada program ini yaitu bidang industri, perhotelan, dan pariwisata; bidang rekayasa; bidang teknologi informasi; bidang bisnis dan manajemen; bidang akuntansi; bidang kelautan, dan maritim; bidang pengelolaan air; bidang pertanian; bidang industri kreatif; serta bidang hubungan masyarakat.

“Para mahasiswa harus mengambil bidang yang ada irisannya sehingga menguatkan bidang ilmu yang mereka pelajari dan yang tidak temukan dikampusnya tapi didapatkan dikampus luar negeri,” pungkas Hilda.