KKN UMJ Dampingi UMKM Desa Waru Go Digital lewat Google Maps dan QRIS
TVMU.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 43 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan memudahkan transaksi.
Pendampingan digitalisasi UMKM tersebut digelar di Aula Desa Waru pada Sabtu (8/8/2026). Program difokuskan pada optimalisasi Google Maps sebagai sarana memperkenalkan lokasi dan profil usaha serta aktivasi QRIS untuk mendukung transaksi pembayaran secara nontunai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN Tematik Kelompok 43 UMJ kepada masyarakat. Melalui digitalisasi sederhana, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih mudah ditemukan calon konsumen sekaligus memiliki pilihan transaksi yang lebih praktis.
Pendampingan dari Aula hingga Door-to-Door
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan bimbingan teknis kepada pelaku UMKM mengenai pembuatan dan pengelolaan profil bisnis di Google Maps, aktivasi QRIS, hingga cara mengelola ulasan konsumen secara daring.
Pendampingan tidak hanya dilakukan secara terpusat di aula desa. Mahasiswa juga menerapkan pendekatan door-to-door dengan mendatangi langsung tempat usaha warga.
Pendekatan tersebut dilakukan agar mahasiswa dapat memahami kebutuhan masing-masing pelaku UMKM sekaligus memberikan panduan yang lebih personal sesuai kondisi usaha.
“Kami ingin membantu para pelaku UMKM di Desa Waru agar lebih melek digital. Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih transparan, dan melalui Google Maps, usaha warga dapat lebih mudah ditemukan oleh konsumen yang lebih luas,” ujar Rijal Maulana, mahasiswa KKN 43 UMJ.
Dorong UMKM Desa Waru Lebih Mandiri
Digitalisasi UMKM menjadi salah satu langkah yang dapat membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Kehadiran usaha di platform digital dapat memudahkan konsumen menemukan lokasi, mengenali produk, serta memberikan ulasan secara daring.
Sementara itu, QRIS memberikan alternatif pembayaran nontunai yang dapat digunakan pelaku usaha dan konsumen dalam transaksi sehari-hari.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat “UMJ Berdampak”, dengan menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi praktis atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 43 UMJ berharap pelaku UMKM Desa Waru dapat memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kemudahan transaksi, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
