Lepas Kader Beasiswa ke Maroko, PP Muhammadiyah Ingatkan Misi Kaderisasi dan Penguasaan Bahasa Asing

Lepas Kader Beasiswa ke Maroko, PP Muhammadiyah Ingatkan Misi Kaderisasi dan Penguasaan Bahasa Asing
PP Muhammadiyah melepas keberangkatan kader penerima beasiswa studi ke Maroko di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (12/9). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi melepas keberangkatan kader penerima beasiswa studi ke Maroko di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 12 September 2026. Para kader muda tersebut diutus untuk menimba ilmu sekaligus menjalankan misi kaderisasi internasional Persyarikatan.

Dalam sesi pembekalan yang digelar sehari menjelang keberangkatan, Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, menekankan pentingnya memaksimalkan peluang emas belajar di mancanegara guna memperkuat kapasitas intelektual dan keorganisasian.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk mengambil manfaat sebanyak-banyaknya selama berada di luar negeri. Jadikan keberadaan Anda di Maroko sebagai bagian dari proses kaderisasi Muhammadiyah,” ujar Syafiq.

Syafiq mendorong para mahasiswa untuk tekun menyerap ilmu dari para ulama setempat, menggali kekayaan manuskrip klasik di perpustakaan Maroko, serta mempelajari dinamika kebudayaan lokal. Ia juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu agar kegiatan akademik dan aktivitas keorganisasian dapat berjalan beriringan.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah, Cecep Taufikurrohman, menggarisbawahi keunggulan Maroko sebagai pusat peradaban Islam yang kaya akan keanekaragaman bahasa. Ia meminta para kader tidak hanya mahir berbahasa Arab, tetapi juga menguasai bahasa Inggris dan Prancis.

“Kalau pulang hanya bisa bahasa Arab, maka rugi. Di sana juga digunakan bahasa Inggris dan Prancis. Selain mengikuti pembelajaran, manfaatkan keberadaan kalian untuk mempelajari banyak hal,” pesannya.

Cecep menegaskan bahwa beasiswa ini merupakan amanah besar dari Allah SWT, organisasi, serta institusi pendidikan. Para penerima beasiswa diharapkan kembali ke Tanah Air sebagai ulama pencerah yang membawa kemajuan bagi masyarakat.

Selama menempuh studi di Maroko, para mahasiswa baru diproyeksikan untuk aktif memperkuat Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko. Di sisi lain, jajaran pengurus PCIM Maroko siap mendampingi proses adaptasi para kader muda tersebut selama berada di negeri Maghribi.