Lestarikan Olahraga Tradisional, FIP UMJ Gelar Gobak Sodor Competition 2026
TVMU.TV - Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) menggelar Gobak Sodor Competition 2026 sebagai upaya melestarikan sekaligus merevitalisasi olahraga tradisional di kalangan generasi muda.
Kompetisi yang mengusung tema “Merevitalisasi Olahraga Tradisional (Gobak Sodor) dengan Nilai-nilai Sportivitas” ini dibuka di Auditorium FIP UMJ dan dilanjutkan dengan pertandingan di Green Park UMJ, pada Senin (9/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Himpunan Mahasiswa Pendidikan Olahraga (POR) FIP UMJ yang didukung oleh PORTINA (Persatuan Pelestarian Olahraga Tradisional Indonesia). Sebanyak 46 mahasiswa FIP UMJ terlibat dalam kompetisi ini dan dibagi ke dalam delapan tim.
Dekan FIP UMJ, Dr. Iman Mujtaba, M.Pd., menyampaikan bahwa permainan tradisional seperti gobak sodor memiliki nilai edukatif yang tinggi serta relevan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, permainan ini mampu melatih aspek motorik, bahasa, emosional, hingga kekompakan.
“Permainan ini dulu sangat populer dan sering dimainkan sebelum masuk kelas. Jika dikaji dari sisi pendidikan, manfaatnya sangat lengkap dan berpotensi dikembangkan, termasuk untuk Pendidikan Guru PAUD,” ujarnya.
Iman juga mendorong adanya penyusunan buku kumpulan permainan tradisional untuk anak usia dini sebagai bagian dari penguatan literasi pendidikan. Selain itu, ia menegaskan komitmen FIP UMJ untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Program Studi Pendidikan Olahraga.
Ia turut mengungkapkan rencana pembukaan Program Magister (S2) Pendidikan Olahraga yang ditargetkan mulai dibuka pada September 2026.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Gobak Sodor Competition 2026, Nasywa Azaria Zirzis, menegaskan bahwa gobak sodor bukan sekadar permainan anak-anak, melainkan olahraga tradisional yang sarat nilai kerja sama tim, ketangkasan fisik, serta kemampuan berpikir cepat.
“Melalui kompetisi ini, kami tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga merawat identitas budaya bangsa melalui sportivitas mahasiswa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nasywa juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan FIP UMJ, PORTINA, serta seluruh panitia yang telah mendukung kegiatan. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga keselamatan selama pertandingan dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Terima kasih kepada bapak/ibu pimpinan FIP UMJ, PORTINA dan seluruh panitia. Semoga ini menjadi luaran nilai edukatif dan upaya pelestarian olahraga tradisional di Indonesia,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya kompetisi ini, FIP UMJ berharap gobak sodor tidak hanya dikenang sebagai permainan masa kecil, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi olahraga edukatif yang relevan bagi pembentukan karakter dan budaya sehat di lingkungan pendidikan.