Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama yang Bergabung di Muslim Council of Britain

Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama yang Bergabung di Muslim Council of Britain
PCIM Britania Raya dan Irlandia resmi menjadi organisasi pertama sekaligus satu-satunya dari Indonesia yang diterima sebagai anggota Muslim Council of Britain (MCB) atau Dewan Muslim Britania. Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia resmi menjadi organisasi pertama sekaligus satu-satunya dari Indonesia yang diterima sebagai anggota Muslim Council of Britain (MCB) atau Dewan Muslim Britania. Keanggotaan ini memperluas jejaring internasional Muhammadiyah sekaligus memperkuat posisi organisasi tersebut dalam diplomasi keislaman di Inggris.

Kepastian bergabungnya PCIM Britania Raya dan Irlandia diumumkan melalui surat elektronik resmi MCB yang diterima pada 21 Juli 2026. Sebelumnya, proses verifikasi telah berlangsung sejak Juni 2026 setelah serangkaian pertemuan dan diskusi dengan The East London Mosque, salah satu mitra utama MCB.

Muslim Council of Britain merupakan organisasi independen yang menaungi lebih dari 500 masjid, lembaga pendidikan, badan amal, dan organisasi profesi Muslim di Inggris. MCB berperan sebagai representasi komunitas Muslim dalam berbagai isu publik, mulai dari kebijakan keagamaan, pendidikan, hingga isu sosial dan kemanusiaan.

Selama ini, keanggotaan MCB didominasi organisasi Muslim dari Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh. Bergabungnya Muhammadiyah menjadi representasi Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas peran Islam Indonesia di kancah internasional.

Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, mengatakan keanggotaan tersebut bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan bukti diterimanya gerakan dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat Muslim Inggris.

“Tentu ini adalah pintu untuk kami berkontribusi lebih luas. Untuk Muhammadiyah, ini menegaskan bahwa gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah mampu berjejaring luas dan diterima di ruang keislaman. Kami juga meyakini bahwa nilai Wasathiyah yang kami bawa punya tempat untuk menjadi bahan percakapan Muslim global, juga bagi masyarakat Muslim Inggris,” kata Ince Dian saat diwawancarai tim redaksi, Selasa (28/7/2026).

Menurut Ince Dian, keanggotaan di MCB memberikan sejumlah manfaat strategis bagi PCIM Britania Raya dan Irlandia. Selain meningkatkan legitimasi organisasi di hadapan publik dan komunitas Muslim Inggris, keanggotaan tersebut membuka akses kolaborasi dengan ratusan lembaga Islam di berbagai wilayah Inggris.

Melalui MCB, PCIM juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembahasan berbagai isu yang berkaitan dengan komunitas Muslim, seperti pendidikan agama, kebebasan beribadah, hingga isu diskriminasi. Di sisi lain, organisasi juga memperoleh akses terhadap pelatihan, penguatan tata kelola, dukungan media, serta forum-forum pengembangan kapasitas yang diselenggarakan MCB.

Tak hanya itu, keanggotaan ini dinilai memperluas ruang diplomasi Muhammadiyah dalam membangun kerja sama lintas iman dan aksi sosial bersama berbagai organisasi di Inggris.

“Memang sekarang ini kami masih menjadi satu-satunya yang tergabung dalam Dewan Muslim Inggris. Tapi kami juga bersedia membuka peluang kepada teman-teman dari organisasi Muslim Indonesia lainnya yang ada di UK untuk bisa berproses dan juga diterima di MCB,” ujarnya.

Masuknya PCIM Britania Raya dan Irlandia ke dalam Muslim Council of Britain menjadi tonggak baru dalam proses internasionalisasi Muhammadiyah. Melalui jejaring tersebut, Muhammadiyah diharapkan dapat memperkuat kontribusinya dalam dialog lintas budaya, kerja sama kemanusiaan, serta penguatan citra Islam Berkemajuan di tingkat global.

Keanggotaan ini juga membuka peluang lebih luas bagi organisasi-organisasi Islam Indonesia untuk berpartisipasi dalam ekosistem kemasyarakatan di Inggris sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam percaturan dunia Islam internasional.