Bahaya Budaya Serba Cepat di Era Modern
TVMU.TV - Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fajar Rachmadhani, mengingatkan masyarakat modern agar tidak terjebak dalam budaya instan yang memicu keinginan serba cepat secara tak halal. Kesuksesan dan kesempurnaan hidup dinilai memerlukan proses bertahap serta kesabaran yang konsisten.
Pesan spiritual tersebut disampaikan Fajar saat mengisi Pengajian Malam Selasa yang diselenggarakan secara daring oleh Majelis Tabligh PP Muhammadiyah pada Senin, 14 September 2026.
Mengupas hadis keempat dalam kitab Arbain Nawawi riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari Abdullah bin Mas'ud RA, Fajar menjelaskan hikmah di balik proses fase penciptaan manusia di dalam rahim mulai dari nutfah, ‘alaqah, hingga mudghah sebelum akhirnya ditiupkan ruh.
“Salah satunya adalah Allah ingin mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan dan kesempurnaan itu tidak bisa dicapai secara instan,” kata Fajar.
Fajar menuturkan, tahapan biologis tersebut merupakan sunatullah yang sarat pembelajaran agar setiap insan belajar menikmati dinamika kehidupan tanpa dibayangi ketergesa-gesaan.
“Proses ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah ingin mengajarkan kepada hambanya tentang kesabaran. Kesabaran untuk menikmati proses dalam hidup,” ujarnya.
Fenomena masyarakat hari ini yang terobsesi ingin cepat kaya, populer, hingga meraih jabatan dengan cara merusak tatanan moral, menurut Fajar, menjadi cermin dari lunturnya nilai kesabaran dalam menghargai proses.
“Tapi fenomena itu menggambarkan kepada kita banyak orang yang enggak sabar dengan proses,” ungkap Fajar.
Fajar menegaskan kembali bahwa menghargai proses bertahap adalah kunci menjalani hidup secara proporsional sesuai tuntunan agama. Sikap tergesa-gesa justru berisiko membawa dampak buruk dalam urusan keduniaan.
“Tidak ada yang perlu ditergesa-gesakan kecuali dua salat dan taubat. Yang lain tenang,” pungkasnya.
