Tegaskan Pentingnya Gaya Hidup Sehat, Abdul Mu'ti Dorong Gerakan Kesehatan Berbasis Pencegahan

Tegaskan Pentingnya Gaya Hidup Sehat, Abdul Mu'ti Dorong Gerakan Kesehatan Berbasis Pencegahan
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen, Abdul Mu’ti dalam acara Seminar Nasional dan Grand Launching Indonesian Center for Health Policy (I-CHIP) di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (15/8). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa gerakan kesehatan Muhammadiyah tidak boleh lagi berfokus pada layanan pengobatan kuratif di rumah sakit belakangan ini, melainkan harus memperkuat tindakan pencegahan melalui budaya hidup sehat (healthy lifestyle).

Pesan krusial tersebut disampaikan Mu’ti dalam acara Seminar Nasional dan Grand Launching Indonesian Center for Health Policy (I-CHIP) di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, Banten, pada Selasa, 15 September 2026.

Mu’ti meyakinkan bahwa amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta telah menempatkan pembangunan budaya hidup sehat sebagai prioritas utama gerakan.

“Muhammadiyah selain berusaha memberikan layanan kesehatan melalui pengobatan di rumah sakit, klinik, dan berbagai layanan kesehatan lainnya, yang lebih ditekankan adalah bagaimana membangun budaya hidup sehat atau healthy lifestyle,” ujar Abdul Mu'ti.

Ia menerangkan, penerapan budaya hidup sehat memerlukan sokongan ekosistem yang sehat, mulai dari lingkungan fisik, sosial, keluarga, hingga pendidikan. Keseimbangan antara kesehatan jasmani dan mental juga dipandang sangat vital di tengah dinamika perubahan gaya hidup digital saat ini.

“Kita melihat bagaimana kaitan antara kesehatan fisik dan rohani ini ternyata sangat erat. Sebagian merupakan dampak dari gaya hidup, sebagian juga sebagai akibat dari teknologi terhadap kesehatan mental,” ungkapnya.

Guna mengimplementasikan visi tersebut di sektor pendidikan formal, Kemendikdasmen mendorong Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program pembentukan karakter dan fisik anak ini mencakup tujuh pilar utama: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

“Kami ingin membangun generasi Indonesia yang kuat secara fisik, spiritual, intelektual, dan mental,” tuturnya.

Mu’ti memungkas bahwa pembentukan generasi yang sehat dan tangguh tidak dapat digantungkan pada pundak lembaga pendidikan semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan keluarga, masyarakat, pemerintah, media, hingga kalangan akademisi.

Peluncuran I-CHIP UMJ ini diharapkan menjadi pusat riset strategis yang melahirkan kajian scientific ilmiah berbasis data untuk mendukung arah kebijakan kesehatan nasional.

“Semoga diluncurkannya I-CHIP ini dapat memperkuat kajian-kajian ilmiah di UMJ, khususnya di bidang kesehatan, untuk membangun masyarakat yang sehat dan generasi yang kuat,” pungkasnya.