Pangkas Ketimpangan Pendidikan di Wilayah 3T, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 59 Sekolah di Simeulue
TVMU.TV - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memangkas ketimpangan fasilitas belajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Selasa (25/8/2026). Sekolah-sekolah tersebut telah menyelesaikan 100 persen proses revitalisasi fisik dan digitalisasi untuk Tahun Anggaran 2025.
Peresmian yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Sinabang ini dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Peristiwa ini menjadi tonggak penting bagi daerah kepulauan yang berada di Samudra Hindia tersebut guna memastikan seluruh peserta didik di pulau terluar mendapatkan hak belajar yang layak dan setara.
Abdul Mu’ti menegaskan komitmen penuh kementerian di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk fokus memperkuat fondasi pendidikan nasional, mulai dari sarana fisik, pedagogis, hingga regulasi hukum.
“Dua tahun awal kepemimpinan di kementerian ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk membangun generasi Indonesia yang unggul berkualitas, kami memiliki visi pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan jajaran pendidik dan pemerintah daerah setempat.
Langkah akselerasi ini disambut baik oleh Bupati Simeulue, Letkol (Purn.) Mohammad Nasrun Mikaris. Ia mengungkapkan bahwa dari total 1.366 ruang kelas yang ada di wilayahnya, baru 298 ruang kelas dalam kondisi baik, sementara 1.068 ruang kelas lainnya masih membutuhkan rehabilitasi secara bertahap.
"Dari sarana prasarana saat ini tersedia sebanyak 1.366 ruang kelas. Namun demikian, masih terdapat tantangan besar dalam pemenuhan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan. Dari jumlah tersebut terhadap 298 ruang kelas dalam kondisi baik. Sementara 1.068 ruang kelas masih membutuhkan rehabilitasi," ungkap Mohammad Nasrun Mikaris.
Berdasarkan data Pemkab Simeulue, alokasi anggaran revitalisasi pada tahun 2025 dan 2026 mencapai Rp37,4 miliar. Dana tersebut dikucurkan untuk membenahi 50 PAUD, 48 SD, serta 22 SMP, lengkap dengan bantuan digitalisasi berupa 182 unit Interactive Flat Panel (IFP) dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Dukungan finansial dari APBN ini dinilai menjadi alokasi terbesar sepanjang sejarah perbaikan infrastruktur sekolah di Simeulue. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah pusat memproyeksikan lompatan anggaran revitalisasi hingga Rp69,7 miliar yang menyasar 92 PAUD, 9 SD, dan 5 SMP di Simeulue.
“Mudah-mudahan ini akan terus ditingkatkan, saya rasa sepanjang sejarah, ini paling banyak alokasi untuk pendidikan,” kata Murthalamuddin.
Perubahan positif ini dirasakan langsung oleh para pelajar. Zahra Fathina Nasution, siswa SMK Negeri 1 Sinabang, mengaku kini dapat belajar dengan lebih aman dan tenang setelah gedung sekolahnya direnovasi.
“Kami sangat bersyukur bangunan kelas tempat kami belajar sudah direnovasi dan dibangun ulang sehingga kami bisa merasakan belajar aman dan nyaman,” ucap Zahra.
Selain meresmikan 59 sekolah hasil revitalisasi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga meletakkan batu pertama pembangunan SD Plus Muhammadiyah Sinabang sebagai penutup rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Simeulue.