PLN Perkuat Pasokan Listrik untuk Dukung MRT Jakarta Fase 2A
TVMU.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memperkuat kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pengembangan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota. Keandalan pasokan listrik dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan operasional kereta, sistem persinyalan, telekomunikasi, hingga fasilitas pendukung stasiun berjalan aman dan andal.
Pada Fase 2A, kebutuhan listrik MRT Jakarta akan didukung pasokan dari Gardu Induk (GI) Karet Lama dan GIS Menteng. Dukungan tersebut melengkapi sistem kelistrikan MRT Jakarta Fase 1 yang selama ini memperoleh pasokan dari GI Pondok Indah dan CSW.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan keandalan pasokan listrik menjadi faktor fundamental dalam pengoperasian MRT Jakarta, terutama karena Fase 2A seluruhnya dibangun di bawah tanah.
“Pasokan listrik merupakan salah satu faktor fundamental bagi operasional MRT Jakarta. Keandalan listrik memastikan seluruh ekosistem MRT dapat berjalan sesuai kebutuhan, mulai dari persinyalan, komunikasi, sistem pendingin stasiun, hingga fasilitas pendukung seperti eskalator dan lift. Terlebih pada Fase 2A yang seluruh jalurnya berada di bawah tanah, keandalan pasokan listrik menjadi bagian penting dalam memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna,” ujar Rendy.
Fase 2A Miliki Tujuh Stasiun Bawah Tanah
MRT Jakarta Fase 2A menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer. Jalur ini memiliki tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Dokumen lingkungan MRT Jakarta menyebut kebutuhan energi listrik untuk operasional Fase 2A memanfaatkan PLN sebagai sumber utama melalui saluran kabel tegangan tinggi 150 kV dari GI Gambir Lama dan GI Karet Lama menuju receiving substation di kawasan Taman Monas.
Rendy mengatakan dukungan kelistrikan PLN dan MRT Jakarta telah terjalin sejak pengoperasian Fase 1. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut seiring pengembangan jaringan MRT Jakarta.
“Sejak Fase 1 lintas utara–selatan beroperasi tujuh tahun lalu, PLN terus mendukung kami dengan pasokan listrik yang baik. Menjelang operasional Fase 2A, kami melihat dukungan ini bukan sekadar kerja sama penyediaan listrik, tetapi kolaborasi antara BUMD dan BUMN untuk menghadirkan infrastruktur transportasi publik Jakarta yang mampu bersaing, bahkan lebih baik, dengan sistem metro di negara lain,” kata Rendy.
Secara keseluruhan, pengembangan Fase 2A dibagi menjadi dua segmen. Segmen Bundaran HI–Monas ditargetkan beroperasi pada akhir 2027, sedangkan kelanjutan hingga Kota ditargetkan rampung pada akhir 2029. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Mei 2026 menyebut proses commissioning ditargetkan dimulai pada pertengahan 2027.
PLN Pastikan Infrastruktur Kelistrikan Siap
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan PLN berkomitmen memastikan kesiapan pasokan listrik sejalan dengan perkembangan transportasi massal berbasis listrik di Jakarta.
“PLN siap mendukung pengembangan MRT Jakarta Fase 2A melalui pasokan listrik yang andal dan infrastruktur kelistrikan yang memadai. Kehadiran MRT bukan hanya memperkuat konektivitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi publik berbasis listrik yang modern dan berkelanjutan di Jakarta,” ujar Andy Adcha.
Menurut Andy, kebutuhan listrik tidak dapat dipisahkan dari operasional transportasi modern. Karena itu, kesiapan infrastruktur kelistrikan perlu dilakukan secara terintegrasi agar layanan MRT dapat berlangsung secara aman dan nyaman.
“Listrik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional transportasi modern. Karena itu, kami memastikan dukungan kelistrikan dipersiapkan dengan baik agar MRT Jakarta dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan bagi masyarakat,” tambah Andy Adcha.
Pengembangan MRT Jakarta Fase 2A terus dikebut. Hingga 25 Juni 2026, progres pembangunan fase tersebut telah mencapai 61,8 persen. PT MRT Jakarta menargetkan segmen Bundaran HI–Monas beroperasi pada akhir 2027, sementara segmen lanjutan hingga Kota ditargetkan selesai pada akhir 2029.
Dengan perkembangan tersebut, kesiapan pasokan listrik PLN menjadi salah satu bagian penting dari persiapan menuju perluasan layanan MRT Jakarta. Kolaborasi PLN dan MRT Jakarta diharapkan mampu memastikan hadirnya transportasi publik berbasis listrik yang semakin andal sekaligus mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.