Roni Tobroni: Media Harus Tularkan Kebaikan

Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Roni Tobroni menyebutkan, pola kehidupan manusia salah satunya dipengaruhi oleh media, apalagi dalam perkembangan teknologi seperti saat ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media berperan besar dalam mempengaruhi akhlak seseorang.
Ia menjelasakan, persepsi seseorang sangat dipengaruhi terhadap apa yang dibacanya atau saksikan dari media, tentang apa pun itu. Bahkan beberapa peristiwa pernah terjadi akibat konsumsi dan pengaruh media. Misalnya, seorang anak yang memeragakan adegan Smack Down (ajang gulat dari Amerika Serikat).
“Ada seorang anak di Garut yang memukul dan menindih temannya hingga terluka. Pas ditanya, ternyata si anak itu sering nonton acara Smack Down,” tutur Roni dalam acara Open House Grand Opening BEM dan Lembaga Pusat Studi se-UM Bandung pada Rabu (23/03) kemarin.
Dalam praktiknya, Roni mengatakan, media terkadang menyajikan berita hal-hal yang negatif ketimbang positif demi trafik dan eksposur. Lalu, tak jarang beberapa media juga menyebarkan berita bohong (hoaks), berita palsu (fake news), atau informasi negatif lainnya.
“Sebagian besar media masih menganut ‘bad news is a good news’, karena itu lebih menarik daripada, misalnya kabar tentang prestasi,” jelas Anggota Komisioner Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Jawa Barat ini.
Oleh karena itu, Roni menegaskan, media harus menularkan kebaikan. Sedangkan, ujarnya, langkah yang dapat diupayakan di antaranya dengan lebih banyak memuat konten-konten maslahat yang menyatukan, bukan melebarkan polarisasi yang menceraiberaikan kehidupan masyarakat.
“Berita hari ini harus digeser dari sesuatu yang jelek menjadi yang baik. Atau lebih mementingkan konten yang positif daripada konten yang negatif. Kebaikan itu menular. Dan siapa tahu kabar itu bisa menjadi ladang ibadah,” tandasnya.
Comments (0)