Terima Kunjungan PCIM Arab Saudi, Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Pendataan Kader

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menerima kunjungan PCIM Arab Saudi di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (2/8).

Terima Kunjungan PCIM Arab Saudi, Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Pendataan Kader
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menerima kunjungan PCIM Arab Saudi di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (2/8). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menerima kunjungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (2/8).

Pada kesempatan itu, rombongan yang dipimpin oleh Hanif Asaduddin melaporkan beberapa perkembangan dari PCIM Arab Saudi.

Hanif mengungkapkan bahwa mayoritas anggota PCIM Arab Saudi berstatus mahasiswa dan beberapa program yang telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir, seperti diskusi ilmiah, pelatihan, lokakarya, dan pelayanan haji dan umrah.

Sementara itu, Haedar mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh PCIM Arab Saudi. Menurutnya, kegiatan yang selama ini dijalankan harus terus dikembangkan dengan baik.

Dia pun berpesan agar gerakan PCIM Arab Saudi terus dikonsolidasikan dan proses kaderisasi mesti terus dijalankan.

Haedar menekankan pentingnya fokus dalam memajukan Muhammadiyah di Arab Saudi, meskipun dalam kondisi yang serba terbatas.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendataan kader, baik yang baru datang maupun yang telah selesai studi.

“Perlu pendataan kader, apalagi jika selesai studi, jangan sampai hilang jejak. Kita benar-benar perlu lulusan Timur Tengah karena dirasah islamiyahnya kuat,” ujar Haedar.

Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa lulusan Saudi dan Timur Tengah adalah kader khusus yang akan mendukung Majelis Tarjih dan Tajdid serta Majelis Tabligh, serta penguatan pandangan keislaman dalam perspektif Islam berkemajuan perlu diperkaya dan diperluas.

Haedar juga menekankan pentingnya mengintegrasikan Risalah Islam Berkemajuan menjadi satu epistemologi Islam yang lebih kaya, dengan memperkuat kajian turats dan kajian mutakhir.

“Kuncinya pada kesungguhan dan kultur keilmuan yang dibangun di PCIM,” lanjutnya.

Selanjutnya, Haedar berpesan kepada anggota PCIM Arab Saudi untuk mengenal tradisi besar Muhammadiyah.

“Bahwa kita ini lahir dari sebuah organisasi yang punya tradisi besar. Muhammadiyah pelopor di banyak bidang pembaharuan, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan lain-lain. Tradisi besar itu memiliki alam pikiran yang menjadi pelopor, penggerak, berani ambil risiko,” tuturnya.

“Berani menghadapi dunia. Ini ciri dari tradisi besar,” lanjutnya. Ia mengajak untuk mengambil inspirasi dari Ahmad Dahlan yang bergaul dengan berbagai aliran kemudian menyerap hal-hal positif. “Mudah-mudahan ini ada manfaatnya,” pungkas Haedar.

Saksikan Live Streaming Hasil Konsolidasi Nasional PP Muhammadiyah tentang Tambang