Tim Relawan UMSU Tempuh 12 Jam Jalur Ekstrem untuk Bantu Korban Banjir Sibolga-Tapteng

Tim Relawan UMSU Tempuh 12 Jam Jalur Ekstrem untuk Bantu Korban Banjir Sibolga-Tapteng
Relawan UMSU di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng. Foto: UMSU.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan bencana dengan menerjunkan tim relawan ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Aksi kemanusiaan ini dikemas dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana "Aksi Nyata Kampus Berdampak" yang didukung Kemendiktisaintek RI.

Tim yang terdiri dari dokter, tenaga medis, akademisi, dan mahasiswa berangkat dari Medan pada Minggu (14/12) dan menempuh perjalanan ekstrem selama 12 jam melalui jalur pegunungan.

Sesampainya di lokasi, mereka langsung bergerak memberikan pelayanan kesehatan dan mendistribusikan bantuan logistik ke titik-titik terdampak parah seperti Kecamatan Barus, Tukka, dan Kelurahan Aek Manis.

Ketua Tim PKM UMSU, M Fitra Zambak, merincikan bantuan yang berhasil disalurkan untuk meringankan beban penyintas di pesisir barat Sumut.

"Total paket sembako yang disalurkan sebanyak 500 paket, dengan rincian 200 paket untuk Kota Sibolga dan 300 paket untuk Kabupaten Tapteng. Kami juga membawa 200 paket perlengkapan sekolah untuk membantu anak-anak kembali belajar," kata Fitra, Selasa (30/12).

Selain kebutuhan pokok, UMSU juga memberikan bantuan infrastruktur energi berupa dua unit genset silent 2000 Watt yang diserahkan kepada PCM Barus dan Sipange untuk mendukung operasional kelistrikan di wilayah yang masih terganggu akibat longsor.

Wakil Rektor III UMSU, Rudianto, menekankan bahwa kehadiran UMSU tidak hanya membawa bantuan material, tetapi juga keahlian profesional untuk fase pemulihan.

“Tim diperkuat tenaga medis untuk pelayanan kesehatan dan pendampingan psikososial. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya tercukupi kebutuhan fisiknya, tetapi juga mendapatkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pascabencana,” jelasnya.

Program ini merupakan bagian dari pelepasan empat tim relawan UMSU yang disebar ke beberapa wilayah bencana lain, seperti Tapanuli Selatan, Langkat, dan Aceh Tamiang. Dana kegiatan bersumber dari dukungan Kemendiktisaintek RI dan donasi mandiri sivitas akademika UMSU.

Ketua PDM Kota Sibolga, Yusran Pasaribu, mengapresiasi respons berkelanjutan dari UMSu. Ia menyatakan, keterlibatan institusi pendidikan sangat krusial dalam fase transisi dari tanggap darurat menuju rehabilitasi.

“Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat saja. Kami akan membentuk pos pelayanan di titik terdampak untuk mengawal proses pemulihan hingga tuntas,” ucap Yusran.