Uhamka Gandeng UI dan IIUM, Perkuat Riset Pengembangan Obat dan Kolaborasi Internasional

Uhamka Gandeng UI dan IIUM, Perkuat Riset Pengembangan Obat dan Kolaborasi Internasional
Uhamka memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui kerja sama dengan UI dan IIUM. Foto: Uhamka.

TVMU.TV - Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan International Islamic University Malaysia (IIUM).

Kerja sama tersebut diwujudkan dalam kegiatan kuliah tamu dan workshop bertema pengembangan penemuan serta penghantaran obat, yang digelar pada 23–24 April 2026 di Jakarta.

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Sejumlah pakar dihadirkan untuk membahas berbagai topik strategis di bidang farmasi, mulai dari pengembangan obat sintetis hingga pemanfaatan bahan alam.

Dalam kuliah tamu, Muhammad Taher memaparkan topik pengembangan obat sintetis dan bahan alam dari aspek farmasi, kimia, dan farmakologi. Sementara itu, Deny Susanti membahas pemanfaatan biota laut dalam sediaan farmasi, khususnya terkait formulasi dan analisis. Materi tersebut dilengkapi oleh Arry Yanuar yang mengulas pemanfaatan big data dalam penelitian dan pengembangan obat berbasis bahan alam.

Selain kuliah tamu, Uhamka juga menyelenggarakan workshop terbatas yang diikuti 20 dosen Program Studi Sarjana Farmasi. Workshop ini mengangkat topik kultur sel dan formulasi selada laut (Ulva lactuca) sebagai bahan kosmetik, yang merupakan bagian dari pengembangan riset internal fakultas.

Dekan Fakultas Farmasi dan Sains Uhamka, Supandi, menegaskan pentingnya penguatan jejaring kerja sama akademik sebagai strategi peningkatan kualitas institusi dan pengembangan riset.

“Perkembangan keilmuan farmasi berkembang dengan cepat seiring kemajuan ilmu dan teknologi. Peningkatan wawasan dan jaringan kerja sama khususnya akademik merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan catur dharma di lingkungan Uhamka,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kegiatan akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran konkret berupa riset bersama di tingkat nasional dan internasional.

Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, pendidikan berkualitas, inovasi industri, dan kemitraan global.

Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi ini, Uhamka menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi farmasi berbasis riset dan memperluas peran akademik di tingkat internasional.