UMSU Lantik Empat Wakil Rektor 2026–2030, Siap Perkuat Riset, Digitalisasi, dan Internasionalisasi

UMSU Lantik Empat Wakil Rektor 2026–2030, Siap Perkuat Riset, Digitalisasi, dan Internasionalisasi
UMSU melantik empat wakil rektor masa jabatan 2026–2030 di Auditorium UMSU, Jalan Kapten Muchtar Basri No. 3, Medan, Sabtu (25/7/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi melantik empat wakil rektor masa jabatan 2026–2030 sebagai bagian dari penguatan tata kelola perguruan tinggi untuk mempercepat transformasi digital, riset, inovasi, dan internasionalisasi. Pelantikan berlangsung di Auditorium UMSU, Jalan Kapten Muchtar Basri No. 3, Medan, Sabtu (25/7/2026).

Prosesi pelantikan dipimpin Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., serta disaksikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., dan Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D.

Empat pejabat yang dilantik yakni Dr. Marah Doly Nasution, M.Si. sebagai Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pendidikan, Pengajaran, dan Digitalisasi; Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A. sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan; Dr. Faisal, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni; serta Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si. sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Internasionalisasi.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan sumpah jabatan sebagai awal kepemimpinan baru UMSU hingga 2030.

Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menegaskan UMSU harus terus mengukuhkan diri sebagai perguruan tinggi unggul yang memiliki karakter khas dibandingkan kampus lainnya.

“UMSU ini harus menjadi kampus seunggul-unggulnya yang menjadi pembeda dengan perguruan tinggi lain. Pembedanya adalah nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Unggul secara moral, spiritual, dan memberi dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Agus, ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan lulusan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Saya yakin dengan nilai-nilai berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kita bisa menghadirkan kampus yang seunggul-unggulnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Agus juga mengapresiasi langkah strategis UMSU yang telah mengakuisisi STIKES Indah Medan dengan nilai lebih dari Rp65 miliar. Ia menilai langkah tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat pengembangan institusi sekaligus melanjutkan perjuangan para pendahulu Muhammadiyah.

“Kita melanjutkan perjuangan para pendahulu. Periode ini harus mampu melanjutkan pertumbuhan UMSU,” ujarnya.

Ia juga berharap UMSU dapat mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara secara optimal.

“Kami berharap UMSU benar-benar mempersiapkan Muktamar Muhammadiyah ke-49 dengan sebaik-baiknya sehingga menjadi muktamar yang teladan,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, menegaskan bahwa capaian akreditasi unggul bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk menghasilkan dampak yang lebih luas.

“Kita akan mendorong seluruh PTMA memiliki akreditasi yang unggul dan memberikan dampak nyata, baik secara spiritual maupun intelektual, serta memiliki pengaruh internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, UMSU telah memiliki fondasi kuat berupa sumber daya profesor, program internasional, serta capaian riset yang perlu terus dikembangkan agar mampu bersaing di tingkat global.

“UMSU memiliki fondasi capaian yang luar biasa, memiliki guru besar, program internasional, dan inovasi serta penelitian yang baik. Semua itu harus dibawa menjadi seunggul-unggulnya,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMSU, Prof. Akrim, mengatakan pelantikan empat wakil rektor merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus penyesuaian struktur organisasi menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.

Ia menegaskan visi UMSU adalah menjadi kampus digital berkelas dunia yang unggul dalam riset dan inovasi berdampak dengan tetap menjadikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan utama.

“Kampus memerlukan keunggulan teknologi dan jejaring internasional yang tetap berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai ruh,” ujarnya.

Menurut Akrim, sejumlah program strategis telah disiapkan hingga 2030. Selain menyukseskan Muktamar Muhammadiyah ke-49 dan mendorong UMSU menuju World Class University, universitas juga akan mengembangkan delapan program prioritas, termasuk pembukaan 12 program studi baru, perluasan lahan parkir, pembangunan UMSU Garden di kampus terpadu, serta pengembangan institusi melalui akuisisi STIKES Indah Medan.

“Perubahan adanya empat wakil rektor ini dilakukan karena tantangan sudah berubah. Struktur organisasi harus menyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, terutama dalam transformasi pendidikan dan teknologi,” jelasnya.

Di akhir acara, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara yang diwakili Kepala Bagian Umum, Ahmad Subhan, S.E., menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia berharap kepemimpinan baru mampu meningkatkan daya saing UMSU di tingkat internasional, khususnya melalui penguatan publikasi ilmiah, inovasi, dan kerja sama global.

“Semoga UMSU semakin baik menghadapi tantangan global, terutama pada publikasi riset dan inovasi. Kita berharap lahir lebih banyak riset-riset unggulan dan hibah internasional dari UMSU,” ujarnya.