Abdul Mu’ti: Ilmu sebagai Kunci Kemajuan Bangsa

Abdul Mu’ti: Ilmu sebagai Kunci Kemajuan Bangsa
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen, Abdul Mu’ti saat memberikan Kuliah Umum di UM Bandung, Selasa (23/9). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengungkapkan, cara memajukan bangsa sesuai dengan yang diterangkan dalam Al Qur’an.

Berdasarkan Al Qur’an surat Al Mujadalah ayat ke-11, jelas Mu’ti, kemajuan atau pengangkatan derajat bangsa atau manusia itu adalah dengan ilmu. Tak hanya bagi manusia, ia juga menyebutkan, ayat ini berlaku juga untuk bangsa.

“Kalau kita mencoba menerjemahkan ayat tadi dengan pendekatan sosiologis, maka bangsa-bangsa itu akan tinggi harkat dan martabatnya. Akan menjadi bangsa yang berjaya, kalau bangsa itu beriman dan berilmu pengetahuan,” kata Mu'ti saat memberikan Kuliah Umum di UM Bandung, Selasa (23/9).

Mu’ti menambahkan, kunci untuk mendapat bahagia dan sukses di dunia dan akhirat adalah ilmu, hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib.

“Kalau kita ingin maju sebagai pribadi dan kalau bangsa-banga itu ingin maju, maka kuncinya harus menjadi bangsa yang berilmu,” lanjutnya.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini menilai, makna dalam Al Mujadalah ayat 11 itu relevan dengan kemajuan dan masa depan peradaban umat manusia. Terlebih saat ini dunia telah dijejali dengan berbagai macam kecerdasan buatan.

“Dunia masa depan itu adalah dunia yang ditentukan oleh kekuatan ilmu, knowledge, supremasi, kekuatan ilmu, dan hampir semua bidang kehidupan meniscayakan kemampuan-kemampuan di berbagai bidang,” ungkapnya.

Ilmu atau kecerdasan saat ini juga menjadi pondasi dalam meningkatkan kesejahteraan suatu bangsa. Ini berbeda dengan masa dulu, kekayaan atau ekonomi bangsa ditentukan oleh based economy – kekayaan sumber daya alam.

Saat ini dunia sudah mengalami pergeseran, dari natural based economy ke arah knowledge based economy – ekonomi yang landasannya adalah ilmu. Atau kekuatan ekonomi ditentukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dunia mengalami transformasi dari kekuatan otot ke arah kekuatan otak,” tambah Mu’ti.

Maka, kata Mu'ti, kemajuan suatu bangsa kini dan mendatang ditopang oleh kecerdasan atau ilmu. Tidak cukup lagi kesejahteraan bertumpu pada based economy, tapi kesejahteraan bertumpu pada kecerdasan manusia.