Abdul Mu’ti Letakkan Batu Pertama Gedung Belajar SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi

Abdul Mu’ti Letakkan Batu Pertama Gedung Belajar SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen, Abdul Mu’ti Abdul Mu’ti, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Belajar SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (9/8/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Belajar SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (9/8/2026).

Peletakan batu pertama tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengajian Daerah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti meresmikan Madina Building Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Gondanglegi dan SDU Permata Muhammadiyah 5 Karangploso.

Pembangunan gedung belajar SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana pendidikan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah tersebut, terutama pada program keahlian teknik alat berat.

Abdul Mu’ti mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, kontribusi tersebut telah dilakukan Muhammadiyah sejak sebelum Indonesia merdeka hingga saat ini.

Ia menilai pendidikan bermutu tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga perlu ditunjang lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan memiliki fasilitas memadai.

Abdul Mu’ti Apresiasi Lingkungan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti memberikan apresiasi terhadap pengelolaan lingkungan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi yang dinilainya memperhatikan aspek keasrian, keamanan, kesehatan, kebersihan, dan keindahan.

Ia bahkan menggunakan istilah “mewah” untuk menggambarkan kondisi sekolah tersebut. Namun, istilah itu tidak hanya merujuk pada kemegahan bangunan.

“Mewah dalam pengertian memang gedungnya megah dan mewah dalam pengertian mepet sawah. Tapi tetap menggambarkan pembangunan yang tetap ramah lingkungan. Pembangunan yang tetap mengikuti prinsip-prinsip pembangunan sekolah yang aman sehingga anak-anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Menurut Mu’ti, penyediaan sarana pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman juga perlu menjadi perhatian sejalan dengan arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Pembangunan Gedung Belajar SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut sekaligus mendukung pengembangan kompetensi peserta didik, khususnya dalam menghadapi kebutuhan dunia industri.

Peminat Teknik Alat Berat Meningkat

Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Munali, mengatakan minat masyarakat terhadap sekolah tersebut pada tahun ajaran 2026 cukup tinggi. Salah satu program keahlian yang banyak diminati adalah teknik alat berat.

Menurut Munali, peningkatan minat tersebut perlu diimbangi dengan pengembangan fasilitas pembelajaran agar semakin mendekati standar kebutuhan industri.

“Sehingga momen Pak Menteri ke sini itu supaya mengetahui bahwa kita memiliki sarana belajar yang sudah lumayan standar dengan industri, tetapi masih perlu untuk ditingkatkan karena minat belajar di SMK Mutu itu semakin tinggi,” pungkasnya.

Pembangunan gedung baru tersebut menjadi bagian dari upaya SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi memperkuat kapasitas layanan pendidikan. Dengan fasilitas yang semakin memadai, sekolah diharapkan mampu memberikan ruang belajar yang lebih mendukung bagi peserta didik sekaligus memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

Bagi Muhammadiyah, penguatan fasilitas pendidikan tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan, karakter, dan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja.