Agus Taufiqurrahman: UMSU Harus Jadi Kampus Berdampak, Perkuat Internasionalisasi dan Siapkan Muktamar ke-49
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menegaskan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) harus terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggul yang memiliki karakter dan pembeda dibandingkan kampus lain. Keunggulan tersebut, menurutnya, tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan melahirkan lulusan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Agus saat menghadiri pelantikan Wakil Rektor UMSU di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/7).
Menurut Agus, gagasan tentang kampus berdampak sejatinya telah lama menjadi bagian dari pemikiran Muhammadiyah. Ia mengutip pandangan tokoh Muhammadiyah, KH AR Fakhruddin, yang sejak dekade 1970-an telah menekankan pentingnya karakter lulusan Muhammadiyah.
“Pak AR pernah bertanya, apa bedanya lulusan Muhammadiyah? Jawabannya, lulusan Muhammadiyah itu unggul dalam moral spiritual, unggul intelektual, dan unggul dalam peran sosial. Gagasan yang disampaikan sejak tahun 1970-an itu sesungguhnya sudah selaras dengan konsep kampus berdampak yang sekarang digaungkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” jelas Agus.
Ia menilai konsep tersebut harus menjadi fondasi pengembangan UMSU. Perguruan tinggi Muhammadiyah, kata Agus, harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial melalui penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Saya yakin dengan langkah itu kita dapat terus menghadirkan kampus yang seunggul-unggulnya,” tambahnya.
Agus juga mengingatkan bahwa kemajuan UMSU tidak terlepas dari jasa para pendiri dan perintis yang membangun kampus tersebut sejak awal. Karena itu, seluruh sivitas akademika diminta menjaga semangat para pendahulu sekaligus melanjutkan tradisi inovasi.
“Capaian sekarang perlu kita syukuri. Namun para pendahulu juga tidak ingin kita berhenti pada apa yang telah mereka lakukan. Pada periode ini harus lahir pertumbuhan dan kemajuan yang sebelumnya belum dimiliki,” tegasnya.
Internasionalisasi Jadi Amanat Muktamar
Dalam kesempatan tersebut, Agus turut menekankan pentingnya menjalankan agenda internasionalisasi Muhammadiyah sebagaimana amanat Muktamar. Menurutnya, strategi tersebut dibangun melalui tiga pilar utama, yakni internasionalisasi gagasan, internasionalisasi peran, dan internasionalisasi gerakan.
Ia menjelaskan, internasionalisasi gagasan dilakukan dengan memperkenalkan Islam Berkemajuan yang moderat, damai, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat global.
“Banyak masyarakat di sana yang masih belum mengenal konsep Islam yang ramah dan penuh kesantunan. Di situlah Muhammadiyah memiliki peran untuk memperkenalkan wajah dan ciri khas dakwah keislamannya yang ramah, damai, dan penuh kesantunan,” ungkapnya, mengutip pengalaman kader Muhammadiyah di Amerika Serikat.
Selain itu, Muhammadiyah juga perlu memperluas peran kader dalam berbagai forum internasional serta mengembangkan amal usaha di luar negeri sebagai bagian dari internasionalisasi gerakan.
Menurut Agus, keberadaan wakil rektor yang membidangi riset dan internasionalisasi di UMSU diharapkan mampu memperkuat langkah strategis kampus dalam mendukung agenda tersebut.
“Maka dengan adanya wakil rektor yang membidangi riset dan internasionalisasi, UMSU diharapkan dapat semakin mengambil langkah strategis yang mendukung agenda Internasionalisasi Muhammadiyah sebagaimana amanat Muktamar,” ucapnya.
Kepemimpinan Adalah Amanah
Pada bagian lain sambutannya, Agus mengingatkan bahwa jabatan kepemimpinan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Diberi tugas kepemimpinan adalah fasilitas dan kehormatan, tetapi sering kali orang lupa bahwa itu adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban,” katanya.
Ia menegaskan seorang pemimpin tidak boleh larut dalam keluhan atas berbagai keterbatasan, melainkan fokus menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan.
“Tidak boleh mengeluh. Tugas harus terselesaikan karena kita ditugaskan untuk menyelesaikan amanah, bukan menceritakan kekurangan,” tegas Agus.
Persiapan Muktamar Muhammadiyah ke-49
Menutup sambutannya, Agus mengajak seluruh sivitas akademika UMSU dan warga Muhammadiyah di Sumatera Utara mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke-49 secara matang. Sumatera Utara telah ditetapkan sebagai tuan rumah pembukaan muktamar, dengan UMSU menjadi salah satu lokasi penting penyelenggaraan.
Ia berharap muktamar tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan, tetapi juga menghasilkan keputusan strategis yang membawa kemajuan bagi Persyarikatan.
“Kita ingin Muktamar menjadi teladan dalam pelaksanaannya, teladan dalam persidangannya, teladan dalam kualitas produk yang dihasilkan, sekaligus melahirkan pimpinan yang berkualitas,” ujarnya.
Agus menutup pesannya dengan meminta seluruh unsur Muhammadiyah di Sumatera Utara mengawal setiap tahapan persiapan secara serius dan terperinci.
“Mohon dilanjutkan betul oleh Pak Rektor, Pimpinan Wilayah, dan semua pihak yang terlibat. Kita kawal agar tidak meleset. Harus dipersiapkan secara detail. Maka, Pimpinan Pusat mengingatkan agar hal ini dapat digarap semakin serius dan sebaik-baiknya,” pungkasnya.