Putra Mahkota Perlis Dikukuhkan Jadi Kanselor Pertama UMAM, Abdul Mu'ti Soroti Penguatan SDM Unggul ASEAN

Putra Mahkota Perlis Dikukuhkan Jadi Kanselor Pertama UMAM, Abdul Mu'ti Soroti Penguatan SDM Unggul ASEAN
Raja Muda Perlis (Putra Mahkota Perlis), DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail, sebagai Kanselor Pertama UMAM di Kampus UMSU, Medan, Senin (14/9). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) resmi mengukuhkan Raja Muda Perlis (Putra Mahkota Perlis), DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail, sebagai Kanselor Pertama UMAM. Prosesi pengukuhan bersejarah tersebut melangsungkan tempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, pada Senin, 14 September 2026.

Hadir mendampingi prosesi pengukuhan, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu’ti. Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial pelantikan biasa, melainkan momentum penguatan hubungan diplomasisi dan pendidikan strategis antara Indonesia dan Malaysia.

Mu’ti menyoroti bahwa kolaborasi ini menjadi komitmen nyata Muhammadiyah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan berkelanjutan di tingkat regional.

“Sebab, persoalan terpenting bagi sebuah universitas bukan hanya sehebat mana kita akan menjadi, melainkan manusia seperti apakah yang ingin kita lahirkan. Inilah persoalan yang harus terus hidup dalam perjalanan UMAM,” ujar Mu’ti.

Di tengah laju disrupsi teknologi dan perubahan zaman yang kian pesat, Mu’ti menekankan pentingnya PTMA luar negeri pertama milik Muhammadiyah ini untuk melahirkan lulusan yang tak sekadar cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan kepemimpinan dan kebijaksanaan moral.

“Karena itu UMAM tidak boleh sekedar mengejar kemampuan. UMAM harus memberikan makna kepada kemajuan,” ucap Mu’ti.

Sementara itu, Kanselor Pertama UMAM, Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail, menegaskan kesiapannya untuk membawa perguruan tinggi asal Indonesia di Malaysia tersebut ke kancah peradaban global. Fokus utamanya mencakup penguatan riset bernilai guna serta perluasan jejaring dengan PTMA dan kampus-kampus di kawasan ASEAN.

“UMAM punya ruang besar untuk memperkokoh peranannya dalam agenda pendidikan tinggi di ASEAN. Kecemerlangan ilmu juga harus berjalan seiring dengan akhlak, pemikiran kritis, kematangan intelektual, dan semangat berkhidmat kepada umat dan masyarakat,” tegasnya.