Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan LPDP Jajaki Beasiswa Doktor dan Riset Strategis
TVMU.TV - Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memperkuat sinergi strategis bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA).
Pertemuan yang turut melibatkan perwakilan Monash University ini berlangsung di Gedung Chakti Lantai 4, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, pada Jumat, 11 September 2026. Audiensi tersebut berfokus pada pembahasan peluang pembiayaan beasiswa doktoral (S3), pengembangan talenta, hingga pendanaan riset strategis bagi para dosen dan lulusan PTMA.
Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan pijakan penting untuk memperluas cakupan kolaborasi yang sebelumnya telah terjalin dengan LPDP.
“Audiensi dengan LPDP ini memperkuat sinergi Muhammadiyah dengan LPDP, sekaligus melanjutkan kolaborasi yang sudah berjalan antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan LPDP dalam bidang co-funding RISPRO Invitasi Berkemajuan,” ujar Ahmad.
Ahmad menjabarkan, salah satu terobosan program yang diusulkan dalam pertemuan tersebut adalah skema kemitraan global bertajuk Monash–Muhammadiyah Talent Acceleration Program.
“Majelis Diktilitbang berharap adanya kolaborasi lanjutan dalam bidang beasiswa program doktor dengan sejumlah perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Program awal yang diusulkan adalah Monash–Muhammadiyah Talent Acceleration Program,” lanjutnya.
Ia menambahkan, keterbukaan LPDP dalam menjajaki berbagai opsi skema pembiayaan akan dioptimalkan secara bertahap oleh jaringan PTMA.
“Beberapa skema yang terbuka untuk dikolaborasikan dengan LPDP antara lain co-funding beasiswa, program gelar ganda (double degree), serta pembiayaan riset strategis bagi mahasiswa doktor,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak LPDP menyambut positif inisiatif ini dan membuka peluang pendanaan doktor, khususnya pada bidang-bidang strategis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Seleksi diproyeksikan dapat memanfaatkan dua gelombang pendaftaran LPDP, yakni periode Januari dan Juli.
LPDP juga membuka skema co-funding dengan komposisi pendanaan 50:50, di mana perguruan tinggi menanggung biaya pendidikan (tuition fee), sementara LPDP menopang biaya hidup (living allowance). Di samping itu, LPDP berkomitmen mendampingi kader-kader PTMA melalui sosialisasi dan pelatihan persiapan agar memenuhi kualifikasi akademik serta administratif.
Sebagai langkah konkrit pasca-audiensi, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan segera mematangkan konsep program akselerasi talenta tersebut dan memfasilitasi para calon pelamar untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) serta calon pembimbing dari Monash University.
