Muhadjir Effendy Minta Mahasiswa Baru UMM Lakukan Transformasi Diri dan Kuasai Kompetensi 5C
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa mahasiswa baru berada pada fase krusial transformasi diri. Perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa menuntut pergeseran pola pikir, sikap, dan karakter agar siap menjawab tantangan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Muhadjir saat memberikan sambutan dalam acara penyambutan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa, (8/9).
“Kalian sekarang sudah bukan lagi siswa, tapi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang. Oleh karena itu, harus bertransformasi, harus berubah,” tegas Muhadjir yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM.
Menurut Muhadjir, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya berbekal ijazah, tetapi harus memiliki daya saing global. Untuk mencapai hal itu, ia membekali para mahasiswa baru dengan konsep kompetensi dasar 5C, yaitu Critical Thinking, Creativity and Innovation, Communication Skill, Collaboration, dan Confidence.
Poin pertama, Critical Thinking (berpikir kritis), menuntut mahasiswa aktif menggunakan nalar ketimbang sekadar menerima materi pasif seperti saat di bangku sekolah.
“Jangan ragu untuk bertanya atau menyampaikan ketidaksepahaman apabila dirasa ada hal yang kurang tepat. Itu bagian dari kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.
Pada poin Creativity and Innovation, Muhadjir mendorong lahirnya karya nyata dari gagasan cerdas. Ia membedakan kreativitas sebagai proses mental dan inovasi sebagai wujud konkretnya.
“Kreatif itu di dalam otak, inovasi itu di tangan kalian,” kata Muhadjir.
Kompetensi ketiga, Communication Skill, menyoroti pentingnya kemampuan menyampaikan gagasan secara lisan maupun tulisan. Muhadjir turut menekankan penguasaan bahasa internasional, khususnya bahasa Inggris dan bahasa Arab bagi mahasiswa studi keislaman.
“Bahasa Indonesia bagus, tapi tidak cukup untuk mahasiswa UMM. Harus menguasai beberapa bahasa asing utama. Terutama bahasa Inggris, ditambah bahasa Arab, apalagi yang jurusan-jurusan agama,” lanjutnya.
Sementara itu, pada aspek Collaboration, ia meminta mahasiswa membangun ekosistem belajar yang interaktif melalui sinergi dengan sesama mahasiswa maupun dosen.
Sebagai penutup, Muhadjir menggarisbawahi pentingnya Confidence (kepercayaan diri). Mahasiswa Muhammadiyah diimbau berani tampil dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat tanpa rasa minder.
“Mahasiswa UMM harus percaya diri, harus berani, jangan pemalu. Pemalu tidak boleh, apalagi malu-maluin,” pungkas Muhadjir.
