Cetak Sejarah, LSP dan PusdiklatMu Gelar Uji Kompetensi Peneliti Berstandar BNSP

Cetak Sejarah, LSP dan PusdiklatMu Gelar Uji Kompetensi Peneliti Berstandar BNSP
PusdiklatMu berkolaborasi dengan LSP Muhammadiyah menggelar Uji Kompetensi (Ujikom) bersertifikat BNSP, Sabtu (5/9). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pusat Pendidikan dan Latihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah mencetak sejarah baru di dunia akademik nasional. Kedua lembaga ini sukses menggelar Uji Kompetensi (Ujikom) bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk skema Okupasi Peneliti pada Sabtu, (5/9).

Langkah ini menjadi tonggak penting lantaran sertifikasi kompetensi peneliti berbasis BNSP tersebut merupakan yang pertama dan satu-satunya diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi profesi di Indonesia hingga saat ini.

Sebanyak 34 dosen dan peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia hadir menuntaskan uji kompetensi tersebut. Sesi ini menjadi puncak dari rangkaian Pelatihan Berbasis Kompetensi Okupasi Peneliti yang telah berlangsung sejak 2 hingga 3 September 2026.

Direktur PusdiklatMu, Sarjiah, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang gigih mengikuti alur program hingga usai. Senada dengan hal tersebut, Direktur LSP Muhammadiyah, Filosa Gita Sukmono, bersyukur atas antusiasme para akademisi PTMA. Menurutnya, sertifikasi ini tak sekadar mengasah kemahiran, tetapi juga menjadi bukti legitimasi kompetensi dosen di tingkat nasional.

“Ini menjadi nilai tambah bagi dosen,” ujar Gita.

Gita menambahkan, PusdiklatMu dan LSP Muhammadiyah merancang keseluruhan kegiatan secara mandiri dan terintegrasi—mulai dari penyusunan kurikulum, pelaksanaan pelatihan, hingga pelaksanaan tes uji kompetensi.

Skema sertifikasi ini merujuk pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2023 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk Jabatan Kerja Peneliti. Total terdapat 17 unit kompetensi yang diuji, mencakup penulisan karya ilmiah, pengelolaan kekayaan intelektual, penyusunan naskah akademik kebijakan, hingga strategi pengusulan dana riset ke lembaga donor nasional maupun internasional.

Menariknya, seluruh materi disajikan lewat pendekatan storytelling dan pemadatan modul tematik yang saling berkaitan. Tim pengembang memadukan materi teknis penelitian dengan penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Materi dibuka oleh Paryanto bertajuk “Menjadi Peneliti PTMA yang Berintegritas dan Berdampak”. Sesi ini menyelaraskan arah riset akademisi dengan Risalah Islam Berkemajuan (RIB), Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), serta agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Sejumlah pakar lintas disiplin turut hadir membimbing peserta. Surahma Asti Mulasari membawakan materi penyusunan proposal riset kompetitif, Ridho Al Hamdi mengupas naskah akademik dan kebijakan, serta Andri Pranolo membedah penulisan artikel ilmiah berstruktur IMRaD skala nasional. Selain itu, Novi Caroko memberikan panduan kekayaan intelektual hingga berstatus granted, disusul Iman Sumarlan yang mendampingi penyusunan draf proposal pendanaan riset.

Melalui terobosan ini, kolaborasi PusdiklatMu dan LSP Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi benchmark pengembangan skema sertifikasi kompetensi lain di lingkungan Persyarikatan maupun LSP nasional pada masa depan. Model ini memastikan program penguatan SDM tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan tuntas hingga pengakuan formal skala nasional.