PDM Jakarta Pusat Mulai Bangun Gedung Garuda 33, Disiapkan Jadi Pusat Pendidikan dan Dakwah

PDM Jakarta Pusat Mulai Bangun Gedung Garuda 33, Disiapkan Jadi Pusat Pendidikan dan Dakwah
PDM Jakarta Pusat memulai pembangunan Gedung Perguruan Muhammadiyah Garuda 33 melalui prosesi peletakan batu pertama di Jalan Garuda Nomor 33, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Pusat memulai pembangunan Gedung Perguruan Muhammadiyah Garuda 33 melalui prosesi peletakan batu pertama di Jalan Garuda Nomor 33, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026).

Gedung tersebut disiapkan bukan sekadar sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai ruang baru untuk memperkuat kegiatan pendidikan, dakwah, konsolidasi Persyarikatan, dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Jakarta Pusat.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hilman Latief berharap pembangunan Gedung Garuda 33 menjadi momentum untuk menghadirkan energi baru bagi gerakan Muhammadiyah di Jakarta Pusat.

“Mudah-mudahan ini menjadi simbol baru dan menjadi daya baru bagi kegiatan Muhammadiyah di Jakarta Pusat,” ujar Hilman.

Menurut Hilman, pembangunan infrastruktur Muhammadiyah perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang. Gedung yang dibangun hari ini, kata dia, manfaatnya tidak hanya ditujukan bagi generasi sekarang, tetapi juga bagi generasi yang akan datang.

“Gedung atau infrastruktur yang kita bangun hari ini sejatinya bukan untuk kita, melainkan untuk generasi yang akan datang,” katanya.

Lebih dari Sekadar Bangunan

Pembangunan Gedung Perguruan Muhammadiyah Garuda 33 menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur Persyarikatan di Jakarta Pusat.

Keberadaan gedung di Jalan Garuda 33 juga melengkapi ekosistem kegiatan Muhammadiyah yang selama ini berkembang di wilayah tersebut. Lokasi Garuda 33 tercatat sebagai salah satu kompleks Perguruan Muhammadiyah di Jakarta Pusat. 

Dengan pembangunan gedung baru tersebut, ruang untuk mengembangkan kegiatan pendidikan dan dakwah diharapkan semakin memadai. Pada saat yang sama, gedung itu dapat menjadi tempat konsolidasi organisasi serta pengembangan berbagai kegiatan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Bagi Muhammadiyah, pembangunan infrastruktur memiliki dimensi keberlanjutan. Bangunan yang berdiri hari ini diharapkan menjadi fasilitas yang dapat digunakan untuk menopang aktivitas Persyarikatan dalam jangka panjang.

Investasi untuk Generasi Mendatang

Pesan Hilman mengenai pembangunan infrastruktur sebagai investasi generasi mendatang menempatkan Gedung Garuda 33 dalam perspektif yang lebih luas.

Pembangunan fasilitas pendidikan, dakwah, dan organisasi tidak hanya menyangkut penyediaan ruang fisik, tetapi juga bagaimana ruang tersebut dapat melahirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, Gedung Perguruan Muhammadiyah Garuda 33 diharapkan menjadi salah satu titik penguatan gerakan Muhammadiyah di Jakarta Pusat—tempat pendidikan tumbuh, dakwah berkembang, kaderisasi berlangsung, dan pelayanan masyarakat terus dilakukan secara berkelanjutan.