‘Aisyiyah Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT, Prioritaskan Kelompok Rentan
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah melalui Kantor Layanan (KL) Lazismu PP ‘Aisyiyah menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan penyintas, terutama kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta perempuan.
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengatakan respons kemanusiaan dilakukan melalui jejaring ‘Aisyiyah di daerah bersama Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana. Pendataan dilakukan untuk memetakan kondisi penyintas sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“‘Aisyiyah sangat berduka atas bencana yang terjadi. Melalui KL Lazismu PP ‘Aisyiyah serta Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana, kami melakukan upaya pendataan terhadap korban dan masyarakat terdampak,” ujarnya pada Jumat (28/8).
Hasil pendataan menjadi dasar dalam menentukan jenis bantuan yang diberikan. Selain kebutuhan pokok, ‘Aisyiyah memberikan perhatian terhadap kebutuhan khusus kelompok rentan, seperti pembalut, susu, selimut, popok, pakaian bayi, obat-obatan, dan makanan bernutrisi untuk lansia.
Posko ‘Aisyiyah Bantu Penyintas di Nagekeo
Salah satu respons dilakukan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Nagekeo dengan membuka posko bencana secara mandiri. Posko tersebut menjadi tempat penyaluran bantuan sekaligus ruang bagi masyarakat terdampak untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari.
Salah satu penyintas, Wanti Ramadhan, warga Kolikapa B, Kelurahan Mbay I, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, merasakan langsung manfaat bantuan tersebut.
Wanti bersama keluarganya mendirikan tenda mandiri di sekitar rumah. Tenda itu dihuni sembilan kepala keluarga (KK) dengan total 35 jiwa. Di dalamnya terdapat tiga lansia, tiga balita, dan seorang ibu hamil.
Menurut Wanti, bantuan yang sebelumnya diterima keluarganya baru berupa beras. Karena itu, ia mendatangi posko ‘Aisyiyah untuk memperoleh sejumlah kebutuhan lain, termasuk pembalut, popok, susu balita, dan perlengkapan mandi.
“Untuk ‘Aisyiyah Nagekeo terimakasi banyak sudah membantu kami yang terdampak bencana, kami butuh pembalut, popok, susu, alat mandi semoga bisa membantu kehidupan kami di tenda,” ujarnya.
Bantuan Menjangkau Penyandang Disabilitas
Ketua PDA Nagekeo, Istianah, mengatakan respons posko tidak hanya berfokus pada kebutuhan dasar, tetapi juga membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus, termasuk penyandang disabilitas dan keluarga yang memerlukan akses evakuasi.
“Pagi ini kami serahkan bantuan untuk disabilitas di pengungsian mandiri dan sedikit uang untuk biaya transportasi evakuasi keluarga yang sakit untuk dirujuk ke Bajawa dari Kecamatan Mauponggo,” kata Istianah.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat di lokasi terdampak. Pendekatan tersebut diperlukan karena kebutuhan penyintas tidak selalu sama, terutama bagi mereka yang tinggal di pengungsian mandiri dan memiliki anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.
Melalui jejaring ‘Aisyiyah di daerah, KL Lazismu PP ‘Aisyiyah, serta Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana, respons kemanusiaan terus diarahkan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bagi ‘Aisyiyah, pendataan dan pemetaan kebutuhan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan tidak berhenti pada distribusi logistik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan penyintas, khususnya kelompok rentan yang menghadapi kondisi lebih kompleks setelah bencana.